Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Rai Mantra Pantau Persiapan Pengerupukan di Banjar-Banjar

Metro Bali
single-image

Ket foto : Walikota  Denpasar, IB rai Dharmawijaya Mantra saat meninjau persiapan pngerupukan di beberapa Banjar di Denpasar, Selasa (5/2) malam/MB

Stop Soundsystem, Maknai Nyepi Sebagai Ajang Mulat Sarira

Denpasar, (Metrobali.com) –

Perayaan Hari Suci Nyepi yang didahului hari Pengerupukan dimana identik dengan mengarak ogoh-ogoh sebagai bentuk nyomiya bhuta kala. Hampir merata di seluruh banjar yang ada di Kota Denpasar melaksanakan persiapan guna menyambut pergantian tahun baru caka ini.  Guna memastikan pelaksanaan Pengerupukan dan Nyepi caka 1941 Tahun 2019 berjalan lancar, Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama, Ketua TP. PKK, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra serta OPD terkait meninjau langsung persiapan STT di beberapa banjar di Kota Denpasar, Rabu (5/3) sore.

Adapun beberapa banjar yang dikunjungi Rai Mantra yakni Banjar Dukuh Mertajati Desa Sidakarya, Mel Ogoh-ogoh Festival di Mertasari, Banjar Jematang, banjar Tainsiat, Banjar Titih serta Banjar Gemeh. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra bersama rombongan turut berkeliling melintasi beberapa banjar lainya.

Walikota Rai Mantra mengatakan bahwa peninjauan ini merupakan salah satu langkah untuk memberikan dukungan serta apresiasi terhadap karya dan kreatifitas anak muda Denpasar, utamanya dalam bidang seni membuat ogoh-ogoh. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan guna memastikan kondusifitas dan keamanan saat pelaksanaan seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1941 tahun 2019 ini.

“Selamat berkreatifitas anak muda Denpasar, teruslah berkarya sebaik mungkin. Stop penggunaan soundsystem serta mari kita maknai Hari Suci Nyepi ini sebagai upaya untuk terus mempererat tali persaudaraan serta sebagai ajang mulatsarira untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra juga berharap kepada seluruh insan muda yang akan mengarak ogoh-ogoh untuk senantiasa menjaga keamnan dan kenyamanan. Sehingga malam pengerupukan ini juga dapat menjadi ajang kreatifitas seni ogoh-ogoh masyarakat Bali sebagai pelestarian dan pengembangan seni budaya. “Jangan mengkonsumsi miras, kita tunjukan kreatifitas sebagai wujud pelestarian seni budaya dan kearifan lokal Bali,” jelasnya.

Baca Juga :
Ekspor Kopi Bali ke Korea Selatan 14 Ribu Ton Lebih

Salah satu kreator ogoh-ogoh, I Komang Gde Sentana Putra yang akrab ‘Kedux’  mengatakan bahwa pihaknya mengaku bangga dikunjungi langsung Walikota Denpasar, Rai Mantra. Tentunya hal ini sangat positif untuk membangun semangat perkembangan kreatifitas anak muda. “Kami sangat bangga, kedepan semoga kreatifitas anak muda di Denpasar terus meningkat seriring perkembangan peradaban seni dan budaya Bali,’ ujar kreator asal Banjar Tainsiat ini.

Sumber: Humas Pemkot Denpasar

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.