Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Rai Mantra Hadiri Karya Pemelaspas Banjar Tanjung Intaran Sanur

Metro Bali
single-image

Banjar Tanjung 1

 

Denpasar (Metrobali.com)-

Bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Prangbakat, Selasa (4/7) ratusan warga Banjar Tanjung, Desa Pakraman Intaran, Sanur Kauh  melaksanakan upacara Mecaru Resi Gana, Mendem Pedagingan dan Pemelaspas di balai banjar setempat.  Pelaksanaan upacara disaksikan langsung Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus menandatangani batu prasasti dan ngaturang punia. Tampak hadir juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariana Wandira, Bendesa Adat Intaran A.A. Kompyang Raka dan tokoh agama setempat.

Sebelum upacara Mecaru Resi Gana, Mendem Pedagingan lan Pemelaspas di mulai, acara di awali dengan Pengeruak Karang dan Mecaru Resi Gana lan Panca Sato dengan caru bebek bulu sikep dan ayam brumbun. Rentetan upacara juga dipersembahkan tari wali  Rejang  dan Tari Topeng Sidakarya. Tampak Walikota Rai Mantra bersama masyarakat melaksanakan persembahyangan bersama di pelinggih banjar setempat.

“Saya mengucapkan selamat atas berdirinya balai Banjar Baru di wilayah Sanur ini, dengan dipelaspasnya balai Banjar Tanjung ini diharapkan para krama Banjar Adat Tanjung bisa memecahkan masalah adat yang ada dengan lebih baik, sehingga krama dalam melaksanakan adat bisa lebih leluasa dan meluas,” ujar Walikota Rai Mantra.

Wakil Ketua DPRD Denpasar yang juga sekaligus Pamucuk karya I Wayan Mariana Wandira mengatakan, pelaksanaan Mecaru Resi Gana, Mendem Pedagingan lan Pemelaspas di Banjar Tanjung ini dilaksanakan karena sudah selesainya pembangunan balai Banjar Tanjung yang meliputi balai pertemuan, merajan dan balai kulkul. Dimana pembangunan balai Banjar Adat Tanjung Desa Pakraman Intaran Sanur yang merupakan banjar pemekaran, sudah dimulai dari tahun 2014 dengan rapat krama yang ingin membentuk sebuah banjar baru. Setelah beberapa kali pertemuan akhirnya tercapai kesepakatan bahwa sebanyak 45 KK warga sepakat untuk bergabung didalam Banjar Tanjung dari 5 Banjar yang ada di wilayah Tanjung Sanur. Dengan sahnya 45 KK untuk membentuk banjar adat, maka dimulai pembangunan fisik balai banjar di atas tanah seluas 5 Are, yang meliputi, balai kulkul, balai pertemuan dan merajan sebagai salah satu persyaratan pembentukan banjar. Pembangunan fisik balai Banjar Adat Tanjung dilakukan secara swadaya oleh para warganya dengan total biaya kurang lebih sebesar 1,3 Milyar Rupiah.

Baca Juga :
Indonesia Raih Peringkat 11 Dalam Final Dunia Danone Nations Cup 2016

Lebih lanjut Wandira menambahkan sebagai daerah paling ujung di Desa Pakraman Intaran, Banjar Adat Tanjung mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, dikarenakan warga Banjar Adat Tanjung merupakan masyarakat yang heterogen, sehingga peran banjar adat sangat dibutuhkan sebagai penjaga adat dan budaya serta juga sebagai penjaga keamanan dalam bermasyarakat. Yang mana Karya upacara Mecaru Resi Gana, Mendem Pedagingan lan Pemelaspas balai Banjar Adat Tanjung Desa Pakraman Intaran Sanur ini dipuput oleh Ida Pedanda Putra Beluwangan saking Gria Gede Delod Peken Sanur. RED-MB 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.