Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Rai Mantra dan Jaya Negara Hadiri Tawur Balik Sumpah Utama Karya Pamahayu Jagat Kota Denpasar

Metro Bali
single-image

Keterangan foto: Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara saat menghadiri dan mengikuti Karya Pamahayu Jagat Tawur Balik Sumpah Utama lan Pakelem Ke Segara, yang bertempat di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Rahina Tilem Sasih Karo, (30/8)/MB

Denpasar, (Metrobali.com) –

Bertepatan dengan Rahina Tilem Sasih Karo, (30/8) Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar upacara Karya Pamahayu Jagat Tawur Balik Sumpah Utama lan Pakelem Ke Segara, yang bertempat di Pantai Matahari Terbit, Sanur.

Dimana Karya Pamahayu Jagat ini di hadiri langsung Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar, AA. Ngurah Gede, Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara berserta beberapa pimpinan OPD dilingkungan Pemkot Denpasar. Yang pada kesempatan ini ikut serta melakukan persembahyangan dan mendem penyejeg tawur medatengan.

Ada yang menarik dalam Karya Tawur Balik Sumpah Utama Pamahayu Jagat Kota Denpasar di Pantai Matahari Terbit ini, tampak terlihat Wakil Walikota Denpasar ikut ngayah menabuh gambelan mengiringi tari Baris Gede dan Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara juga naturang ngayah megambel  dengan ngugal gambelan, dan terlihat sangat cekatan dalam memainkan alat gambelan tersebut.

Sebelum upacara dimulai dengan persembahan pesantian, kekidung, wayang lemah yang kemudian diiringi lantunan gambelan yang mengiringi tarian rejang dewa, kemudian dilanjutkan dengan tarian rejang renteng, tari baris gede dan topeng.

“Karya Pamahayu Jagat Tawur Balik Sumpah Utama lan Pakelem Ke Segara sudah setiap tahun diadakan oleh Pemkot Denpasar, yang bertujuan agar Denpasar selalu mendapatkan keselamatan baik masyarakat maupun Pemerintah Kota Denpasar dan terhindar dari segala marabahaya, baik itu alam maupun hal lainya yang tidak diinginkan”, demikian disampaikan Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Baca Juga :
Pemboman bunuh diri guncang Istana Kehakiman di Damaskus, 30 tewas

Lebih lanjut dikatakan, upacara tawur yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar merupakan upacara tingkat utama dengan mempergunakan tawur balik sumpah agung dengan sejumlah wewalungan (hewan). Dimana wewalungan utama yang dipergunakan kerbau sesuai arah utama yaitu dik dan widik lurus arah serang pokok utama ditengah-tengah kerbau dengan lapisan bawah itik blang kalung, dibawahnya ayam, arah timur menggunakan angsa dan ayam putih, arah selatan menggunakan banteng dan ayam biying, di arah barat menggunakan kambing dan ayam putih siungan, arah utara menggunakan kucit butuhan dan ayam selem.

Sedangkan widiknya arah serang dimulai dari tenggara mempergunakan itik bulu sikep, arah barat daya asu bangbungkem, arah barat laut laut menggunakan ayam hijau dan di arah timur laut menggunakan “Banyak” atau angsa berbulu warna warni. Pokok tahur, karena tahur tentu disertai dengan saksi sanghyang tiga wisesa yang disertai dengan caru manca warna dan kambing serta ada yang meraja dengan dasar angsa. “Itulah upakara yang dipersembahkan dalam pemahayu jagat sebagai balik sumpah agung,” ujarnya. Dan Karya Pamahayu Jagat Tawur Balik Sumpah Utama lan Pakelem Ke Segara di puput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Putra Telaga dari Griya Aggar Kasih Sanur Kaja, Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santha Citta dari Griya BudhaTabanan, dan Ida Bujangga Rsi Oka Widnyana dari Griya Yadnya Sari Ubung.

Sumber: Humas Pemkot Denpasar

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.