Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Puncak Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diprediksi H-2 dan H+3 Lebaran Capai 161.359 Orang

Metro Bali
single-image

Foto: Susana apel pembukaan Posko Angkutan Terpadu Lebaran 2019 di areal Terminal Kedatangan Domestik Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Selasa (28/5/2019).

Badung (Metrobali.com)-

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang terutama menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Prediksi kami, puncak arus pergerakan menjelang Lebaran akan terjadi pada H-2 Lebaran, dengan jumlah 471 pergerakan pesawat udara dan 76.974 penumpang terangkut,” kata General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono.

Hal disampaikan di sela-sela pembukaan Posko Angkutan Terpadu Lebaran 2019 di areal Terminal Kedatangan Domestik Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Selasa (28/5/2019).

“Sedangkan untuk puncak arus pergerakan pasca Lebaran akan jatuh pada H+3 Lebaran, di mana akan terdapat 471 pergerakan pesawat dan 84.385 penumpang yang akan kami layani,” imbuh Haruman.

Dengan demikian total jumlah penumpang pada mencapai puncaknya pada H-2 dan H+3 lebaran yang diprediksi mencapai 161.359 orang.

Sementara itu dari data yang dihimpun hingga H-1 operasional posko, terdapat dua maskapai yang telah mengajukan permohonan penerbangan tambahan atau extra flight, yaitu Batik Air dan AirAsia.

Dari dua maskapai tersebut, total permohonan extra flight adalah sejumlah 216 penerbangan, dengan rincian AirAsia mengajukan 84 permohonan, serta Batik Air dengan 132 permohonan.

Jika dibandingkan dengan jumlah permohonan di tahun lalu, di mana terdapat 765 permohonan extra flight, terdapat penurunan jumlah permohonan extra flight hingga 254%.

“Meskipun di tahun ini jumlah pengajuan extra flight jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun lalu, akan tetapi kami tetap berkomitmen untuk menyediakan pelayanan terbaik demi terselenggaranya penerbangan yang aman, nyaman, dan selamat,” tambah Haruman.

Baca Juga :
Jualan Sabu-Sabu, Buruh Harian Dituntut 15 Tahun Penjara

Selaku pengelola bandar udara, PT Angkasa Pura I (Persero) turut melakukan koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan serta ground handling.

Hal ini untuk melakukan antisipasi jika terjadi lonjakan jumlah penumpang dan peningkatan lalu lintas penerbangan selama periode pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Lebaran.

Ini supaya kinerja ketepatan waktu penerbangan atau On-Time Performance (OTP) tetap terjaga atau bahkan dapat ditingkatkan.

“Untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan keamanan penerbangan, kami telah berkoordinasi secara internal untuk memastikan kesiapan infrastruktur utama dan pendukung,” kata Haruman.

“Kami juga menyediakan mobil ambulance yang siap siaga 24 jam untuk mengantisipasi jika terdapat penumpang yang membutuhkan bantuan kesehatan,” imbuh Haruman.

Siagakan Posko Angkutan Terpadu Lebaran 2019

Mengantisipasi lonjakan arus pergerakan pesawat udara serta penumpang yang keluar masuk Bali selama periode jelang dan pasca lebaran 2019, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara resmi yelah membuka Posko Angkutan Terpadu Lebaran 2019.

Posko yang akan beroperasi selama 24 jam per harinya tersebut akan beroperasi selama rentang waktu 16 hari, terhitung mulai tanggal 29 Mei 2019 hingga 13 Juni 2019, dengan diawakili oleh personel dari sejumlah institusi.

Diantaranya PT Angkasa Pura I (Persero), Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Ngurah Rai, Kepolisian Sektor Kawasan Udara Ngurah Rai, Badan SAR Nasional (Basarnas), Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai, serta Unit K9 dari Kepolisian Daerah Bali.

Secara rutin, Posko Angkutan Lebaran dioperasikan untuk mendukung dan mengantisipasi tingginya tingkat pergerakan pesawat udara dan lonjakan penumpang pada periode libur Hari Raya Idul Fitri.

“Serta untuk mengantisipasi hal-hal yang bersifat irregular sehingga dapat diantisipasi secara cepat,” tandas Haruman. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.