Puncak Karya Nyatur Rebah Di Pura Agung Blambangan

Metro Bali
single-image
Banyuwangi (Metrobali.com)-
                Bertepatan dengan Purnama Sasih Karo, Rabu (21/8) dilaksanakan Karya Nyatur Rebah di Pura  Agung Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Prov. Jawa Timur. Karya ini merupakan kelanjutan karya Ngenteg Linggih yang dilaksanakan pada Purnama Sasih Karo Tahun 2012. Karya Nyatur Rebah  yang  mengunakan banten Catur Rebah, Dewa-Dewi, Bebangkit, Suci, Caru dan Pulo Gembal  dipuput oleh Ida Pedanda Putra Manuaba dari Griya Magelung Baha. Hadir Dalam upacara  Odalan pertama setelah upacara ngenteg linggih tahun lalu,  Bupati Badung A.A. Gde Agung, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika  beserta seluruh pimpinan SKPD se-Kabupaten Badung, Anggota DPRD kabupaten Badung I Made Sugita serta umat Hindu se Kabupaten Banyuwangi dan pemedek dari Bali.
            Ketua panitia Karya di Pura Agung Blambangan Meseri mengatakan Dudonan Karya Nyatur Rebah ini sudah dimulai dari tanggal 14 Agustus 2013 dengan matur piuning. Acara ini dilanjutkan dengan upacara Negteg Beras pada hari Minggu 18 Agustus . Pada Hari Selasa 20 agustus dilaksanakan karya Mepepada dan Memben Karya  yang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Simpangan Buduk. Sementara pada Hari Rabu 21 Agustus  paginya dilaksanakan melasti di Petirtan Watu Buceng desa SumberSewu Muncan yang dilanjutkan dengan puncak karya piodalan di Pura Agung Belambangan.
Meseri juga menambahkan Nyejer dilaksanakan selama 3 hari yang dimulai dari hari Kamis 22 Agustus sampai Sabtu 24 Agustus. Nyejer untuk Kabupaten Badung  dilaksanakan pada Hari sabtu 24 agustus yang dilanjutkan dengan dengan penyineban.
Dalam persembahyangan juga diberikan pencerahan berupa dharma wecana oleh PHDI Kab. Banyuwangi Wayan Mertha untuk umat sedharma  yang menghadiri upacara piodalan di Pura Agung Blambangan. Dharma wecana ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi umat agar mengetahui filosofi dari karya piodalan tersebut.
Bupati Badung Gde Agung memberikan apresiasi yang mendalam kepada umat Hindu warga Blambangan yang sudah mampu membuat banten upacara sendiri dalam kaitan karya di Pura Agung Blambangan “Itu membuktikan betapa antusiasnya umat Hindu di Blambangan melaksanakan serangkaian karya Nyatur Rebah ini dan tidak mau kalah dengan umat Hindu di Bali,” ungkap Gde Agung. PUT-MB
Bagikan :
Baca Juga :
Siswa SMPN 1 Nias Terpaksa Belajar di Lantai
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
1 Comment
  1. Avatar
    I Nengah Karang 6 years ago
    Reply

    Terima kasih atas tulisannya karena saya sangat senang sekali membaca tulisan tentang AGAMA HINDU, tulisan di atas sudah barang tentu aka dapat memberikan pencerahan bagi saya sendiri dan juga umat hindu di manapun berada
    Setelah membaca tulisan di atas saya ingin tahu lebih dalam dengan yang dimaksud karya nyatur rebah atau banten catur. pertanyaan saya apa yang dimaksud
    1. karya nyatur rebah?
    2. banten catur rebah?
    maaf jawabannya nanti kalau ada sumbernya tolong kasih nama sumbernya, kalau hanya pendapat tolong kasih bahwa itu pendapat.suksma atas perhatiannya

Leave a Comment

Your email address will not be published.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});