Program Entaskan Buta Aksara : Buku Mahal, Minat Baca Kian Anjlok

Metro Bali
single-image

Denpasar (Metrobali.com)-

Minat baca di kalangan pelajar saat ini masih sangat rendah terutama di daerah pedesaan. Tak pelak, upaya pemerintah dalam mengentaskan buta aksara melalui peningkatan minat baca pun disinyalir akan kandas di tengah jalan. Maka itulah, pemerintah mencoba meningkatkan penyediaan koleksi buku di perpustakaan. Ini karena harga buku saat ini masih sangat mahal bagi kalangan pelajar di pedesaan.

Disamping itu, juga mengimbau para penerbit di Bali untuk mengimplementasikan UU No. 4 tahun 1990 dan PP No. 70 tahun 1991, agar melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan bahan pustaka (buku) ke perpustakaan daerah dan nasional. Selain itu, berupaya mendorong pihak penerbit untuk menerbitkan buku berbahasa daerah.

Hal ini diungkap oleh Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Bali, Luh Putu Haryani, Senin (1/10). Dia mengakui saat ini pihaknya memiliki sekitar 200 ribu buku di mana sekitar lima persen di antaranya berbahasa daerah. Katanya, bukan perkara mudah untuk mengentaskan buta aksara melalui peningkatan minat baca. Pasalnya, harga buku masih relatif sangat mahal terutama bagi kalangan pelajar di pedesaan. Selain itu, minat pelajar untuk berkunjung ke perpustakaan masih sangat rendah. Akibatnya, minat baca menjadi anjlok dan jauh dari harapan.

Menurutnya, terbatasnya fasilitas bahan bacaan dan harga buku bacaan inilah yang menjadi faktor yang patut diatasi secara lebih serius oleh pemerintah ke depannya. Sehingga masyarakat dapat mendapatkan informasi dan pengetahuan seluas-luasnya tanpa harus mengeluarkan biaya yang tinggi. “Dengan begitu, program pengentasan buta aksara pun dapat tercapai dengan baik dan lancar,” katanya.

Lebih jauh, dia berharap para orang tua turut mendorong anaknya untuk berkunjung ke perpustakaan. Dan, media massa pun supaya secara terus menerus menginformasikan betapa pentingnya menumbuhkan minat baca untuk memperluas wawasan dan pengetahuan untuk kecakapan hidup di masa mendatang. “Intinya semua pihak harus saling bersinergi untuk mengentaskan buta aksara melalui peningkatan minat baca di kalangan pelajar secara merata baik di perkotaan maupun di pedesaan,” cetusnya. IJA-MB

Baca Juga :
Menkumham Cabut SK Munas Ancol Agung Laksono

 

 

 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.