Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Inilah Program dan Strategi Arjaya Dalam Pengentasan Kemiskinan di Denpasar

Metro Bali
single-image

   “Membangun Sistem PPKSBM dengan Lima Visi Kunci”

arjaya

DENPASAR (Metrobali.com)-

Keberhasilan penanganan problem kemiskian bukan hanya persoalan besar kecilnya wilayah maupun dana yang dimiliki pemerintah, melainkan besarnya komitmen, penerapan sistem dan pembuatan program yang tepat, serta adanya penanaman visi melayani masyarakat di setiap birokrasi (bukan sebaliknya) di setiap jajaran birokrasi adalah kunci tepat dalam mengatasi masalah kemiskinan di kota Denpasar.
Seperti ditegaskan Calon Wali Kota Denpasar nomor urut 3, I Made Arjaya, kemarin (18/11). Dikatakan, dengan masih tingginya angka Rumah Tangga Miskin (RTM) di Denpasar dengan tercatat sebanyak 6.962 jiwa (Data BPMPD 2014), maka untuk mengatasi masalah itu, cawali Denpasar yang diusung dan didukung oleh partai-partai yang tergabung dalam KBMMP seperti Demokrat, PKS, dan Golkar ini menawarkan sejumlah program dan strategi. Adapun program dari politisi yang akrab disapa “Si Udeng Poleng” ini diantaranya strategi “sapu lidi” guna mendapatkan pendanaan di luar APBD.
Melaui strategi itu, putra salah satu rokoh dan juga sesepuh PDIP asal Sanur, Almarhum Nyoman Lepug ini ingin memadukan dan menyinergikan dana penanggulangan kemiskinan yang berasal dari berbagai sumber. “Melalui cara ini program rumah aman dibiayai bukan hanya dari dana APBD Kota, tetapi nantinya baik provinsi, pusat (APBN), pihak swasta atau sektor privat, swadaya masyarakat juga ikut dalam pembangunan rumah inti, memugar rumah, dan menata lingkungan pemukiman,”terangnya.
Selain itu, untuk pengentasan kemiskinan, mantan ketua komisi 1 DPRD Bali ini juga menawarkan program pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan bagi komunitas kurang mampu secara terpadu melalui pengembangan dan pemberdayaan lembaga keuangan mikro di tingkat komunitas. “Melalui cara ini, komunitas berpenghasilan rendah dapat mengakses dana stimulan yang ditujukan pada keluarga tersebut. Untuk menjalankan program ini, nantinya wali kota hanya tinggal mengoptimalkan peran dan fungsi dari “Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan” dan berbagai lembaga masyarakat yang ada, seperti LPK, PKK, dan BKM di kelurahan-kelurahan,”beber mantan ketua pansus Aset DPRD Bali ini.
Demikian halnya dalam pengembangan kota sebagai tujuan untuk kesejahteraan masyarakat Denpasar, kata Arjaya, Pasangan I Made Arjaya-AA Ayu Sunasri (AS) juga akan membangun sistem pemerintahan yang baik dengan membuat program pendidikan social entrepreneurship (kewirausahaan sosial) bagi segenap jajaran birokrasi di kota Denpasar. Sehingga dengan program itu, segenap jajaran birokrasi memiliki visi melayani rakyat dan bukan sebaliknya, menuntut pelayanan dari rakyat.
Ditambahkan, masih terkait dengan upaya penanggulangan kemiskinan, jika nantinya terpilih maka salah satu strateginya adalah dengan membangun sistem Percepatan Pembangunan Keluarga Sejahtera Berbasis Masyarakat (PPKSBM) melalui lima visi kunci. Adapun, kelima visi kunci itu yakni mewujudkan keluarga miskin bersekolah; mewujudkan keluarga miskin sehat; mewujudkan keluarga miskin berusaha; membangun sarana dan prasarana lingkungan; dan menguatkan kapasitas kelembagaan masyarakat.”Melalui lima visi kunci itu, saya optimistis dengan melalui komitmen, sinergitas, dan koordinasi yang dibangun antara pemerintah kota dengan provinsi maupun pusat, dengan percepatan ini keluarga miskin di Denpasar menjadi berdaya, mandiri dan sejahtera. Bahkan, saya yakin percepatan Ini jauh melampaui target Millennium Development Goals (MDGs) atau tujuan pembangunan milenium yang hendak mengurangi jumlah orang miskin menjadi separuhnya pada tahun 2015 ini,”pungkasnya. RED-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Rasa Kesetiakawanan, Penting Dipupuk Ke Generasi Muda

Leave a Comment

Your email address will not be published.