Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Polres Tetap Proses Kades Bacok Kepala Dusun

Metro Bali

Musirawas (Metrobali.com)-

Penyidik Polres Musirawas, Sumatera Sekatan, tetap memproses kasus pembacokan yang dilakukan Kepala Desa Lubuk Muda, Mc terhadap korban kepala dusun setempat, Muhidin, pekan lalu, meski keduanya sudah damai.

“Meskipun keduanya sudah beramai, namun proses hukumnya tetap dilajutkan dan tidak bisa dicabut,” kata Kapolres Musirawas AKBP Nurhadi Handayani melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian, Rabu (10/12)

Kasus tersebut saat ini diproses penyidik Polsek Muara Kelingi dan tidak bisa dicabut karena bukan kasus delik aduan sehingga tetap berlanjut ke pengadilan.

Berdasarkan laporan, keduanya telah sepakat untuk berdamai dan Kepala Desa (Kades) Lubuk Muda MC telah menyerahkan diri ke polsek untuk dilakukan pemeriksaan terhadap apa yang telah dilakukan kepada korban.

Walaupun keduanya telah sepakat berdamai, namun laporan terhadap Mc tidak bisa dicabut dan proses hukum akan terus berlanjut.

“Meski demikian, Mc tidak kami tahan karena pihaknya telah mengajukan permohonan penahan dengan jaminan ayah kandungnya, namun bila ia ingin mengajukan banding setelah berkas kasus itu dilimpahkan ke kejaksaan,” ujarnya.

Kapolsek Muara Kelingi IPTU Dedi Rahmat membenarkan bahwa kedua yang bersengeketa sudah menyatakan berdamai tanpa ada dendam antara tersangka dan korban, terutama tidak akan melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Hal itu disampaikan korban Muhidin bahwa ia sudah berdamai dengan MC beberapa hari lalu dan sepakat untuk tidak melanjutkan permasalahn itu ke ranah hukum.

Kasus penganiayaan itu terjadi disebabkan hilangnya Kartu Bantuan Langsung Sementara (BLSM) yang rencananya akan disalurkan ke warga lainnya sebanyak 66 lembar. Akibatnya oknum kades marah-marah dan membacok kepala korban hingga terluka, korban dilarikan ke Puskesmas untuk dilakukan pertolongan dan mengalami sembilan jahitan.

Baca Juga :
Diperiksa Tersangka, Munarman Tak Didampingi Pengacara

Setelah mendapat laporan anngota Polsek Muara Kelinggi diterjunkan tempat kejadian perkara dan minta keterangan korban, sedangkan kepala desa (kades) saat itu melarikan diri.

Kronologis kejadian, awalnya kepala desa Mc, Jumat (5/12) sekitar pukul 06.30 WIB memanggil kepala dusun Mihidin dan menanyakan kartu Program Simpanan Keluarga Sejahtra (PSKS) agar ditarik kembali dari masyarakat.

Tujuannya untuk membagikan bantuan pemerintah yang bernilai Rp400 ribu per orang itu ke warga yang belum menerima. Namun saat dicek ternyata terjadi kekurangan sebanyak 60 lembar dari seluruhnya di atas 400 lembar.

Setelah mendapat laporan tersebut, kepala desa MC marah besar karena bantuan itu akan dibagikan. Akibat kemarahan itu memuncak secara tak sadar parang yang dipegangnya melayang ke arah kepala korban, ujarnya. AN-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.