PHDI Jembrana dan Yayasan Dharma Sentana Minta Aset Umat Dikosongkan

Metro Bali
single-image

 

Jembrana (Metrobali.com)

 

PHDI Jembrana bersama Yayasan Dharma Sentana selaku pengelola aset umat meminta agar aset umat yang disewa Yayasan Patria Usada dikosongkan.

Permintaan tersebut disampaikan dengan pemasangan spanduk di lahan aset lahan dan bangunan di jalan Ngurah Rai, di Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Senin (16/11).

Tindakan ini dilakukan karena Yayasan Patria Usada selaku pihak penyewa selama beberapa tahun tidak memenuhi perjanjian dalam pengelolaan aset umat tersebut.

Ketua Yayasan Dharma Sentana, I Wayan Mawa mengatakan langkah yang diambil pihaknya selaku yang diberikan tugas oleh PHDI Jembrana ini karena pihak penyewa yakni Yayasan Patria Usada telah melanggar perjanjian.

“Kami sudah berupaya melakukan upaya negosiasi dengan Yayasan Patria Usada, tetapi terus menemui jalan buntu. Kami ketahui Ketua Yayasan itu, Pak Patriana Krisna, per Agustus sudah ada di Jembrana, tetapi tidak ada penyelesaian,” terang Mawa, seusai pemasangan spanduk, Senin (16/11).

Karena perjanjian tidak diikuti lanjutnya, pihak Yayasan Dharma Sentana mengambil tindakan sepihak per tanggal 16 November 2020 memutus kontrak sewa.

Mawa yang didampingi pengawas Yayasan Dharma Sentana, I Kade Sudiana menyebutkan ada beberapa pasal dalam perjanjian yang dilanggar. Pertama, aset bangunan yang disewa kembali disewakan namun tanpa sepengetahuan Yayasan Dharma Sentana. Bahkan beberapa penyewa mengaku sudah menyetor dana di depan dilengkapi kuitansi.

Kedua lanjutnya, kewajiban pembayaran sewa lahan umat ini tidak dilakukan selama bertahun-tahun. Begitu juga sejumlah bagian bangunan dirubah tanpa pemberitahuan ke Yayasan Dharma Sentana.

Karena isi perjanjian dilanggar kata Mawa, maka Yayasan Dharma Sentana secara sepihak memutus kontrak yang sejatinya berakhir sampai tahun 2033 itu.

“Nilai kontrak awal Rp 61 juta per lima tahun, dan setiap lima tahun naik 10 persen. Tetapi belum dibayarkan dan justru disewakan-ulang tanpa sepengetahuan kami” tegasnya.

Baca Juga :
Dasar Perencanaan Pembunuhan Engeline: Polisi Telusuri Usaha Ayam dan Lubang

Disebutnya Yayasan Dharma Sentana memberikan tenggat waktu hingga tanggal 26 November 2020 kepada pihak Yayasan Patria Usada untuk mengosongkannya.

Ketua PHDI Jembrana, I Komang Arsana yang juga menyaksikan pemasangan spanduk mengatakan aset PHDI ini dikelola oleh Yayasan Dharma Sentana. Untuk itu semua permasalahan terkait aset umat diserahkan kepada Yayasan Dharma Sentana selaku pengelola.

“Sepenuhnya kami serahkan ke Yayasan, termasuk mengambil langkah agar permasalahan ini tidak berlarut-larut,” terang Arsana.

Sementara itu beberapa pedagang dan dealer yang menyewa bangunan mengaku sudah menyetorkan uang sewa di depan untuk beberapa tahun kedepan kepada Yayasan Patria Usada.

Nilai sewanya beragam, ada yang Rp.11 juta per tahun dan menyewa selama dua tahun, bahkan ada yang sudah lima tahun dengan nilai yang sama. Pembayaran bahkan dilengkapi dengan kwitansi dengan cap Yayasan Patria Usada. (Komang Tole)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.