Perjuangkan Villa Miliknya dari Ulah WNA, Klien Law Firm Togar Situmorang Akhirnya Menang di MA

Metro Bali
single-image

Foto: Lina Silvana Zainal, klien Law Firm Togar Situmorang saat bersama Advokat Togar Situmorang, S.H.,M.H.,M.AP., dan tim.

Denpasar (Metrobali.com)-

Kabar gembira sekaligus prestasi kembali ditorehkan oleh Law Firm Togar Situmorang karena berhasil memperjuangkan dan memenangkan kasus kliennya dari tingkat Pengadilan Negeri sampai Kasasi di MA (Mahkamah Agung).

Klien Law Firm Togar Situmorang yaitu seorang perempuan dari Indonesia yang bernama Lina Silvana Zainal atau yang sering disapa Lina. Lina pernah menikah dengan WNA yang berasal dari Belgia dan dikaruniai 2 orang anak,

“Dan pada tahun 2003 kami bercerai namun meskipun sudah bercerai kami masih tetap melakukan hubungan bisnis bersama .Saya membeli sebuah properti pada tahun 2007 dan pada sebidang tanah itu saya bangun sebuah rumah (villa ) menggunakan uang hasil saya sendiri,” terang Lina kepada awak media, dalam keterangan pers Kamis (24/9/2020) di kantor Law Firm Togar Situmorang.

Waktu bergulir dan kekerasan pun terjadi dari mantan suami kepada Lina. “Dengan segala tekanan fisik juga verbal karena takut saya mengeluarkan surat kuasa kepada dia untuk mengelola dan menyewakan rumah (villa) itu,” ungkap Lina.

Selanjutnya beberapa bulan kemudian, mantan suami tidak menepati janjinya. Lalu Lina mencabut surat kuasa itu. “Dia tidak terima dan tetap menguasai rumah itu dan menyewakannya namun hasil dari sewa itu tidak diberikan kepada saya,” paparnya.

Tidak hanya itu saja, tekanan demi tekanan kembali dilayangkan kepada Lina. Dengan mengatasnamakan anak, mantan suami Lina meminta kembali surat kuasa seperti sebelumnya pada tahun 2010.

“Dan pada akhirnya saya kembali memberikan Surat Kuasa namun sikapnya tidak memperlihatkan perubahan. Dan akhirnya pada akhirnya tahun 2015 saya menarik kembali surat kuasa tersebut,” papar Lina.

Baca Juga :
Polisi tangkap seorang terduga teroris di Payakumbuh

Setelah dibatalkan, Lina ingin mengusai tempat itu dan meminta dia untuk mengosongkan namun dia marah. Mantan suami tidak terima dengan hal tersebut, sehingga dia melaporkan Lina ke Polda NTB dengan tuduhan Pasal 167 yaitu memasuki pekarangan rumah tanpa ijin.

“Sungguh aneh, padahal tempat itu adalah milik saya pribadi tapi dia melaporkan saya sehingga saya mendapatkan hukum penjara selama 3 bulan,” tutur Lina.

Selanjutnya di akhir perjuangan, Lina mendapatkan kabar bahwa dirinya memenangkan Kasasi di MA atas perjuangan Law Firm Togar Situmorang.

“Serta tidak lupa saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Togar Situmorang,SH.,MH.,MAP seorang advokat Kondang yang luar biasa yang begitu gigih memperjuangkan kasus saya dari tahun 2017 tanpa menerima uang sepersenpun dari saya,” paparnya.

Terkait putusan Kasasi ini, Lina berharap untuk eksekusinya segera dilaksanakan supaya dirinya bisa mengambil haknya. Dirinya pun berharap pihak kepolisian Polda NTB dan pengadilan negeri Mataram bisa membantu.

“Saya berharap ke depan supaya tindakan kriminalisasi terhadap diri saya tidak terjadi lagi,” tandas Lina.

Advokat Togar Situmorang, S.H.,M.H.,M.AP.,  yang berada disamping Lina Silvana Zainal pada jumpa di kantor Law Firm-nya mengungkapkan Law Firm Togar Situmorang selalu konsisten dalam memberikan pelayanan jasa hukum.

Hal ini terbuki setelah jerih payah yang dilakukan untuk membantu kliennya akhirnya mendapatkan hasil yang maksimal. “Dan itu semua adalah suka cita dan berkat dari Tuhan YESUS,” kata Togar Situmorang.

Advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini menegaskan profesi seorang advokat itu adalah pekerjaan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai Officium Nobile atau profesi yang mulia harus bisa memberikan pelayanan yang baik, profesional dan bertanggungjawab.

Baca Juga :
Sandiaga Uno harap masalah transparansi barisan relawan Teman Ahok selesai

“Sehingga pada hari ini, ibu Lina dengan kita bertemu dan menindaklanjuti bagaimana langkah  kita ke depannya,” ungkap pria yang juga Calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2022 yang mempunyai motto hidup “Melayani Bukan Dilayani” ini

Terkait langkah selanjutnya, Law Form  Togar Situmorang sudah bersurat untuk kordinasi baik ke PN Denpasar, PN Lombok dan Polda NTB serta pihak terkait atau yang tinggal disana untuk segera mengosongkan tempat itu.

“Dan kita sudah meminta pada pihak kepolisian dalam wilayah hukum Polda NTB agar pada saat kita melaksanakan eksekusi tidak ada halangan apalagi rintangan. Serta kita akan segera bergerak supaya hak dari klien kami kembali,” imbuh advokat yang masuk ke dalam Tim 9 Investigasi Komnaspan RI ini.

Togar Situmorang mengakui perjalanan kasus ini sangat panjang yaitu dari tahun 2017 sampai saat ini. Sehingga pihaknya mempertegas dan memperjelas sesungguhnya haknya itu ada di kliennya Lina.

“Walaupun Ibu Lina mengalami perlakuan yang tidak berkenan untuk beliau, nanti kita akan celah hukumnya,” kata advokat dermawan yang kerap memberikan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu dan tertindas dalam penegakan hukum itu.

“Dan yang penting hari ini kita bersyukur kepemilikan atau hak kebendaan itu adalah betul haknya Ibu Lina,” tutup Advokat Togar Situmorang, Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm Togar Situmorang Jl. Tukad Citarum No.5 A,Renon, Jl. Gatot Subroto Timur No. 22, Denpasar, Jl. Malboro Teuku Umar Barat No. 10,Denpasar. Jl. Kemang Selatan Raya 99, Gedung Piccadilly room 1003-1004, Jln. Srengseng raya no 69 Rt 05 Rw 06, Lantai dasar blok A No. 12, Srengseng Junction,Jakarta Barat,11630.  Jl. Trans Kalimantan No.3-4, Sungai Ambawang – Pontianak, Kalimantan Barat. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.