Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Perdiknas Serahkan Gedung Baru SMP Nasional, Siap Sambut New Normal

Metro Bali
single-image

Foto: Serah terima gedung baru SMP Nasional dari Perdiknas Denpasar, Jumat (5/6/2020).

Denpasar (Metrobali.com)-

Perdiknas (Perkumpulan Pendidikan Nasional) Denpasar melakukan penyerahan gedung SMP Nasional dari Perdiknas ke SMP Nasional, Jumat (5/6/2020).

Serah terima gedung baru dari Ketua Perdiknas Denpasar Dr. A.A. Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, S.Sos., M.Si., kepada Kepala SMP Nasional Ni Putu Supadmi ini juga menandai Perdiknas siap mendukung apapun kebijakan pemerintah terkait New Normal (Normal Baru) khususnya di sektor pendidikan.

“Kami siap ikuti kebijakan dan arahan pemerintah terkait New Normal,” kata Eddy Supriyadinata Gorda usai serah terima secara simbolis gedung SMP Nasional ini.

Akademisi yang akrab disapa Gung Eddy ini mengakui memang belum ada informasi dan arahan yang pasti dari pemerintah pusat khususnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( terkait dengan pembukaan sekolah (belajar tatap muka di kelas) pada tahun ajaran baru 2020 ini.

Dimana sebelumnya juga beredar kabar sekolah tetap menjalankan belajar jarak jauh atau learn from home sampai akhir tahun 2020 ini.

“Kami menunggu arahan lebih detail dan resmi dari pemerintah. Kalaupun sekolah dibuka dengan protokol kesehatan Covid-19, kami sangat siap untuk itu,” kata Gung Eddy.

Bahkan lembaga pendidikan di bawah Perdiknas seperti SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional juga menyiapkan skema pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas atau rombongan belajar jika memang ada kebijakan pemerintah agar sekolah kembali dibuka dan ada pembelajaran tatap muka di kelas.

Kalau terpaksa tatap muka, bisa jadi kelas dibagi. Misalnya dari awalnya satu kelas ada 36 orang siswa kami bisa bagi jadi dua, masing-masing 18 orang siswa agar bisa menerapkan physical distancing, jaga jarak di kelas. Tidak masalah kami ada tambahan biaya untuk guru yang mengajar,” papar Gung Eddy.

Baca Juga :
Dihukum 2 Tahun, Pengekspor Kerangka Binatang Langka Langsung Terima

Tentunya jika kegiatan belajar mengajar dilakukan di kelas dengan tatap muka, maka protokol kesehatan Covid-19 wajib diterapkan dengan disiplin dan konsisten baik bagi siswa, guru dan segenap staf/pegawai di lingkungan sekolah

Seperti melakukan physical distancing (jaga jarak), memakai masker, rajin cuci tangan sabun dan air mengalir, melakukan pengukuran suhu tubuh dengan termo gun dan lainnya.

Sementara itu selain serah terima gedung baru SMP Nasional, Perdiknas juga memberikan apresiasi penghargaan kepada para dosen Undiknas yang telah mendapatkan kenaikan jabatan akademik/jabatan fungsional.

Dalam kesempatan ini terhitung ada 7 dosen yang memperoleh kenaikan jabatan akademik dari Asisten ahli ke Lektor.

“Kami memberikan reward dosen yang naik jabatan fungsional. Dan Perdiknas bermain di sisi yang belum disentuh Undiknas,” kata Gung Eddy.

Para dosen ini pun dimotivasi agar terus meningkatkan kapasitas diri dan segera menempuh serta merampungkan jenjang pendidikan S-3 (Doktor).

Rutin Berikan Bantuan Sembako

Di sisi lain Perdiknas Denpasar juga terus menunjukkan kepedulian melakukan aksi kemanusiaan meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Lewat konsep menengok tetangga, Perdiknas rutin memberikan bantuan sembako kepada sejumlah banjar di lingkungan terdekat dengan Perdiknas yang kemudian bantuan ini selanjutnya disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Kali ini bantuan sebanyak 30 paket sembako diberikan di Banjar Kangin, Desa Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

“Amunisi (anggaran,red) yang kami punya tidak terlalu banyak. Tapi kami ingin berbagi, meringankan saja beban saudara-saudara kita,” kata Gung Eddy usai penyerahan bantuan ini.

Bantuan sembako ini merupakan bagian program yang dilakukan Perdiknas setiap dua minggu sekali atau sebulan dua kali yang diberikan kepada orang yang sama, yang merupakan warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga :
Harga Bawang di Pasar Tradisional Denpasar Stabil

“Perdiknas hidup di Panjer, jadi lewat konsep menengok tetangga, kami ingin berbagi di lingkungan sekitar kami,” tandas Gung Eddy. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.