Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Penyalahgunaan Tabuh Rah,Kapolda Gerah

Metro Bali
single-image

RONNY F

Tabanan (Metrobali.com)-

Banyaknya penyalahgunan  tabuh rah untuk upacara adat  yang beralih menjadi komoditas perjudian di Tabanan  membuat Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie merasa gerah.

Pemberantasan segala bentuk perjudian termasuk perjudian tajen terus kita lakukan.Yang kita utamakan adalah kesamaan cara berfikir masyarakat terutama penyelenggara judi tajen,apakah judi tajen itu perlu di lakukan.

Hal tersebut terungkap saat melakukan kunjungan kerja di Map[olres Tabanan Senin (25/5)

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini mengatakan karena  undang –undang kita belum mebolehkan perjudian itu di lakukan di Indonesia. “lalu bagaimana kalau tajen itu tidak di lakukan dengan judi tapi di selenggarakan untuk upacara dan wisata,sehingga kebutuhan anggaranBanjar atau Desa Adat tersebut bisa terpenuhi dengan bekerjasama dengan penyelenggara wisata di Bali ini,”tegasnya.

Menurutnya dengan di selenggarakan tajen untuk keperluan adat dan wisata,kita bisa mengudang treavel agen,bahwa ada event tabuh rah untuk di jadikan tontonan wisatawan. “tapi dalam bukan dalam rangka judi tetapi untuk ritual agama dan  kita lakukan untuk obyek wisata .”ungkapnya.

Dengan di selenggarakan tajen untuk pariwisata, sambungnya  tentu akan mendatangkan dana dengan melalui  penjualan  tiket masuk bagi penonton yang ingin menyaksikan tajen tersebut.

Selain tajen yang marak,judi togel juga di soroti Kapolda, karena para bandar judi togel sulit untuk dideteksi. Sulit dideteksi kata Kapolda karena bandar togel  tidak fokus di satu tempat dan bisa berada di luar negeri. “Bandar itu bisa ada di luar negeri, bisa juga di tempat lain. Nah, apakah uang kita di bawa ke luar negeri karena kita kalah dalam berjudi,” katanya.

Oleh karena itu, menurutnya, pencegahanyya bagaimana melakukan sosialisasi agar masyarakat sadar bahwa judi tidak ada untungnya. “Kalau untungnya paling beberapa persen dan itu hanya untung-untungan. Namun kalau bekerja pasti mendapatkan uang,” ujarnya.

Baca Juga :
Istri Alit Wiraputra Minta Pendukung Suaminya Tetap Tenang dan Solid, Tetap Sah Sebagai Caleg DPR RI

Terkait adanya isu pembiaran judi togel, Kapolda membantahnya. Hal itu dalam operasi balak agung 2015 banyak kasus togel yang terungkap. Namun pengungkapannya tidak begitu mudah. “memang tidak mudah karena mereka (bandar) menggunakan internet, blackberry messenger dan sms. Ketika tidak ada akses masuk ke komunikasi mereka maka susah untuk mengungkapnya,” terangnya. EB-MB 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.