Penyair tujuh kota Tapal Kuda terbitkan antologi puisi

Metro Bali
single-image
 
Penyair tujuh kota Tapal Kuda terbitkan antologi puisi

Ilustrasi. Ketua Komunitas Penulis Perempuan Indonesia, Yenti Nurhidayat, memperlihatkan buku Antologi Puisi 100 Penyair, pada peluncuran buku itu pada acara Temu Penulis Perempuan Indonesia 2014, di Galeri Cipta 2, TIM, Jakarta, Sabtu malam (11/10/14). (ANTARA FOTO/Dodo Karundeng)
Bondowoso (Metrobali.com)-
Sebanyak 46 penyair dari tujuh kota menerbitkan antologi puisi berjudul “Merupa Tanah di Ujung Timur Jawa” dan akan dibedah di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Minggu (13/3) 2016.

“Tujuh kota yang dimaksud adalah wilayah yang saat ini dikenal sebagai daerah Tapal Kuda, yakni Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi,” kata ketua panitia bedah buku Moh Hairul, MPd di Bondowoso, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa antologi yang dimotori oleh dosen sastra Universitas Jember (Unej) Dr Akhmad Taufiq ini mengambil tema bebas, terkait dengan berbagai persoalan di masing-masing kota, termasuk tema yang sangat individual.

“Hanya saja waktu itu karya yang dikumpulkan adalah yang terbaru. Karya saya sendiri ada tiga judul, yang bercerita tentang kerinduan pada keluarga ketika saya menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Negeri Surabaya,” tutur guru di SMP Negeri 1 Klabang, Bondowoso, ini.

Sementara Rica Susilowati, salah satu guru yang juga penyair yang puisinya masuk dalam antolongi itu menjelaskan bahwa buku itu berawal dari lomba di Festival Tegalboto dalam rangka hari ulang tahun kampus Unej.

“Alhamdulillah, kala itu puisi saya juara satu. Puisi saya banyak bercerita tentang kerinduan pada masa lalu, yakni kerinduan masa kecil dan kenangan bersama ibu bapak. Judulnya adalah Rumah Kayu dan Kenang-kenangan,” ujar guru Geografi yang juga dikenal sebagai penulis cerpen ini.

Ia menjelaskan bahwa antologi yang berisi 92 puisi itu akan dibedah dengan pembicara Dr Akhmad Taufiq dan Siswanto, MA (keduanya pakar sastra dari Unej) dan Muhlis Adi Rangkul, wartawan yang juga penyair.

Baca Juga :
Diduga Korban Penganiayaan, Nenek Diturunkan Paksa Ditengah Jalan

Selain itu, juga menghadirkan lima penyair Bondowoso yang karyanya masuk dalam antologi itu, yakni Rica Susilowati, Moh Hairul, Suryaningsih, Khatijah dan Fitri Nura Murti.

“Karena yang menyelenggarakan ini adalah IGI (Ikatan Guru Indonesia), awalnya bedah buku akan dikhususkan untuk guru-guru Bahasa Indonesia di Bondowoso. Namun kemudian berkembang, akhirnya dibuka untuk masyarakat luas penyuka sastra,” kata Hairul. Sumber : Antara

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.