Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengamat : Pencapresan Jokowi Masih Mungkin Berubah

Metro Bali
single-image

jokowi-sebut-megawati-sudah-punya-jawaban-soal-capres-pdip

Jakarta (Metrobali.com)-

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan penetapan Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan belum final dan masih mungkin berubah.

“Mandat dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada Jokowi yang menetapkannya sebagai calon presiden belum final karena mandat tersebut belum ditetapkan melalui surat keputusan resmi,” kata Emrus Sihombing pada diskusi bertajuk “Antara Persepsi Publik dan Persepsi Elite: Jokowi Effect vs Zalianti Effect” di Jakarta, Senin (31/3).

Menurut Emrus, mandat yang diberikan Megawati kepada Jokwi baru dalam bentuk surat tertulis dan surat tertulis itu bukan merupakan surat keputusan resmi.

Surat keputusan resmi, kata dia, dalam format resmi, yakni diketik di atas kertas surat dengan kop resmi DPP PDI Perjuangan yang di bagian bawahnya ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan serta distempel.

Ia mengatakan bahwa penetapan calon presiden melalui surat keputusan itu lebih kuat dan sesuai dengan AD/ART partai.

“Saya meragukan apakah pemberian mandat itu juga diatur dalam AD/ART partai,” katanya.

Karena surat mandat yang dibuat Megawati belum resmi, yakni hanya ditulis tangan, menurut Emrus, mandat yang berikan kepada Jokowi masih ada kemungkinan berubah.

Jika perolehan suara PDI Perjuangan pada pemilu anggota legislatif mendatang sangat dominan atau sebaliknya di bawah target, lanjut Emrus, mandat yang diberikan kepada Jokowi bisa saja dicabut oleh Megawati dan calon presiden dari PDI Perjuangan diganti tokoh lain.

“Politik itu kan dinamis, setiap saat bisa berubah,” katanya.

Jika kekhawatirannya tersebut sampai terjadi, kata dia, pencapresan Jokowi diganti oleh tokoh lain, masyarakat akan kecewa, kemudian berdampak antiklimaks pada PDI Perjuangan. AN-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Bali United lawan Persela Lamongan berakhir imbang 1-1
1 Comment
  1. Avatar
    Made 6 years ago
    Reply

    memasang Jokowi hanya untuk memenangkan Partai, setelah menang baru dirubah, mungkin saja alasannya karena rakyat Jakarta menginginkan Jokowi tetap di Jakarta. Buktinya Jokowi tidak mundur jadi Gubernur memang dalam aturan tidak perlu mundur…ini akan menimbulkan kecurigaan dengan menggunakan jabatan Gubernur sambil menyelam minum air. Politik itu dinamis…apalagi yang berpolitik udah dedengkot…semua jalan ditempuh. Di Bali, mestinya caleg DPD idealnya non partai..tapi skrng orang partai juga merebut posisi itu…Juang kayang susukne

Leave a Comment

Your email address will not be published.