Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pencuri Tewas, Pemilik Ayam Tersangka

Metro Bali
single-image

Tersangka I Ketut Kaler saat diperiksa oleh Waka Polres Jembrana Kompol Hagnyono

Jembrana (Metrobali.com)-

Kasus pencurian ayam, Selasa (27/5) yang mengakibatkan seorang pelajar di salah satu SMA di Jembrana Gusti KD TB (17) meninggal dunia lantaran kena bacok sabit (arit), pemilik ayam I Ketut Kaler (49) asal Kelurahan Dauh Waru, Kecamatan Jembrana akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (29/5).

Wakapolres Jembrana Kompol Hagnyono didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, saat dikonfirmasi, Kamis (29/5) siang mengatakan telah menetapkan pemilik ayam I Ketut Kaler sebagai tersangka karena telah menghilangkan nyawa orang lain. “Sebelumnya tersangka telah menyiapkan sabit dan dengan sengaja mengayunkan sabit hingga korban meninggal” ujarnya.

Dari hasil outopsi, imbuh Sudarma Putra, korban mengalami luka serius di tiga bagian, termasuk luka dipunggung hingga tembus ke rongga paru-paru dengan lebar 9 cm dan masuk kedalam hingga 11 cm. “Tersangka kami jerat pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun subsider 351 ayat 3 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara’ tandasnya.

Sementara itu, I Ketut Kaler saat ditemui di Polres Jembrana mengaku menyesal. Menurutnya kejadian tersebut berawal dari kekesalan dirinya akan ulah para pencuri. Pasalnya ayam miliknya selalu saja hilang.

“Sebelumnya jumlah ayam saya 140 ekor. Tapi terus berkurang dan menjadi 80 ekor. Menjelang hari raya lagi hilang dan hanya tinggal 3 ekor saja. Siapa tidak kesal. Terus saya sanggongi setiap malam, apalagi disana juga memelihara sapi” jelas Kaler.

Lanjut, pada malam kejadian itu, seperti malam-malam sebelumnya ia datang ke kandang ayam sambil membawa sabit. Tiba di kandang, ia melihat ada orang di dalam kandang kemudian diteriaki. Namun ada satu yang berusaha kabur dengan sepeda motor Mio. “Ada satu yang kabur dengan Mio. Karena saya emosi, lalu saya kejar dan saya lempar dengan sabit. Jaraknya kira-kira 5 sampai 10 meter. Saya tidak tahu kalau dia meninggal karena dia terus lari dengan sepeda motornya” ungkap Kaler. MT-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Wisman ke Bali Mendekati 1,5 Juta Orang

Leave a Comment

Your email address will not be published.