Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pencuri Pasir Laut Dibekuk Warga, Pelaku Kena Sanksi Adat

Metro Bali
single-image

Jembrana (Metrobali.com)-

Pelaku pencurian pasir laut di pantai Pekutatan, Jembrana, Kamis (29/8) sekitar pukul 11.30 berhasil dibekuk warga. Pelaku dinilai telah melanggar kesepakatan bersama yang dibuat pihak desa dinas dan desa pakraman terkait pelarangan pengambilan pasir laut di wilayah Pekutatan.

Dari informasi, aksi pencurian pasir laut itu dilakukan malam hari oleh Mujahidin, asal Desa Pulukan, Pekutatan. Dalam aksinya itu ia menggunakan truk Izusu DK 9394 WL milik I Ketut Sukerta alias Kuncir, warga Desa Pulukan, Pekutatan dengan dibantu beberapa orang tenaga.

Penangkapan terhadap Mujahidin dilakukan oleh tim gabungan, diantaranya keamanan desa (pecalang), kasi trantib desa dan pihak kepolisian Polsek Pekutatan. Namun sebelumnya telah dilakukan mengintaian oleh sejumlah warga yang curiga akan kedatangan truk ke pantai Pekutatan pada malam hari. Selanjutnya, pelaku dan barang bukti berupa truk berisi pasir laut dititipkan di Polsek Pekutatan.

Perbekel Pekutatan, Gede Sila Gunada, saat dikonfirmasi, Jumat (30/8) membenarkan pelaku pencurian pasir laut di pantai Pekutatan telah tertangkap. Penangkapan itu dilakukan oleh warga bersama pecalang, trantib dan pihak kepolisian.

Menurutnya masalah tersebut akan diselesaikan melalui Paruman Kerta Desa, untuk menentukan sanksi adat yang akan dijatuhkan. “Bentuk sanksi adatnya, belum kita tentukan, karena pihak desa belum menggelar paruman” ujarnya.

Dikatakannya pelaku sudah membuat pernyataan dan mengakui perbuatannya. Selain itu pelaku juga membuat surat pernyataan penitipan barang bukti berupa truk Izusu DK 9394 WL berisi sekitar empat kubik pasir laut kepada pihak desa dan surat pernyataan lainnya. “Truk itu bukan kita yang menyita, melainkan pelaku yang menitipkan, karena pelaku telah mengakui melanggar kesepakatan bersama”ujarnya.

Sementara untuk sanksi adat, kata Gunada, akan ditentukan dalam paruman kerta desa. Dan juga tidak menutup kemungkinan pelaku akan dibawa ke jalur hukum.

Kapolsek Pekutatan, Kompol Komang Kardika saat dikonfirmasi, membenarkan telah menerima titipan berupa truk berisi pasir laut dari pihak Desa Pekutatan. Truk tersebut tertangkap tangan saat memuat pasir laut yang diambil secara illegal di wilayah pantai Pekutatan. MT-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Kunker Gubernur ke Nusa Lembongan : Ingin Jembatan Yellow Bridge Jadi Permanen
3 Comments
  1. Avatar
    INAM 7 years ago
    Reply

    Kalo ada hal2 seperti ini kok WALHI ga klihatan batang hidungnya? Bisanya cuma protes reklamasi aja…payaahhh..!!!

  2. Avatar
    Rare Sakit 7 years ago
    Reply

    Kalau Pasirnya pesisir laut setiap malam di curi 1 truk atau lebih bagaimana jembrana tidak mengalami abrasi dan para lsm/ormas yang memperjuangkan menyelamatkan lingkungan hidup semestinya angkat bicara dan langsung terjun utk mengkaper masalah ini, jika tidak apa pungsinya mendirikan LSM/Ormas cuma mengkritik !

  3. Avatar
    putu nyame seririt 7 years ago
    Reply

    Gendo dije ci ink ade ngenah,,,mare bupati jembrane uli pdip nani tusing bani mepete,, dasar pecundang

Leave a Reply to INAM Cancel reply

Your email address will not be published.