Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pemkab Tabanan Sosialisasi Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi

Metro Bali
single-image

Pemkab Tabanan Sosialisasi Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi

Tabanan (Metrobali.com)-

Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan untuk membenahi manajemen di internalnya terus dilakukan. Selain di bidang pengelolaan keuangan daerah, Pemkab Tabanan juga tengah berupaya melakukan pembenahan pada sisi birokrasinya. Itikad ini diwujudkan dengan Sosialisasi Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi di Ruang Pertemuan Utama Pemkab Tabanan, Senin (27/4).

Acara ini mendatangkan dua orang narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) yakni Astri Mefayadi dan Galih Hadiwijaya serta dihadiri oleh seluruh jajaran aparatur di lingkungan Pemkab Tabanan. Sosialisasi ini diharapkan mampu menjadi pintu utama menuju Revolusi Mental agar tidak berhenti menjadi jargon semata. Seperti ditegaskan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang mewakili Bupati Tabanan saat membuka kegiatan tersebut. Dia menegaskan, reformasi birokrasi dan Revolusi Mental sejatinya bukan hal baru. Karena keduanya telah lama digaungkan. Reformasi birokrasi lahir dalam kurun waktu belasan tahun terakhir ini seiring lahirnya semangat reformasi. Sementara, Revolusi Mental telah lahir di masa-masa awal Republik Indonesia lahir sebagai sebuah gagasan yang dilontarkan Presiden RI Pertama, Ir Soekarno. Meski begitu keduanya saling berkaitan.“Bagi Bung Karno, revolusi mental adalah arah dari sebuah cara hidup baru. Bukan hanya hal fisik semata. Seperti hidup sederhana. Maknanya sangat dalam. Revolusi mental itu menjangkau cara berfikir, cara kerja, dan cara hidup yang lebih baik untuk menghadapi rintangan kemajuan,” ujar Wakil Bupati Sanjaya saat mengulas soal Revolusi Mental.

Dikatakan, revolusi ini harus mengakar di masyarakat. Sehingga semangat ini akan sulit berlangsung tanpa ada yang menggerakkan. Baik dalam bentuk organisasi, pemimpin, atau gerakan. Karena itu, dia menegaskan, pada titik inilah reformasi birokrasi sangat erat kaitannya dengan Revolusi Mental. “Reformasi mental harus didahului dari tingkat atas, tingkat pimpinan. Pemimpin harus melakukan revolusi ini terlebih dulu,” tegasnya.

Baca Juga :
GMT mulai tampak di Pantai Tanjung Kelayang

  Selanjutnya Wakil Bupati Sanjaya mengungkapkan, Revolusi Mental inilah yang sangat menentukan keberhasilan reformasi birokrasi. Sehingga dia berharap, penyusunan road map yang disosialisasikan tersebut dilatari dengan semangat yang digagas Bung Karno. “Untuk menghasilkan road map birokrasi yang baik diperlukan pemikiran yang sungguh-sungguh dari semua kalangan yang terlibat di dalamnya,” imbuhnya. Penyusunan road map itu sendiri memiliki tujuan dan sasaran yang strategis. Dirinya yakin dengan disusunnya road map akan memudahkan jajaran birokrasi di Pemkab Tabanan mampu menciptakan aparatur yang profesional, berintegrasi, berkinerja tinggi, bersih dan bebas KKN, netral, sejahtera serta memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.

“Saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa dengan tersusunnya road map reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan akan mampu mencapai sasaran pemerintahan,” ungkapnya seraya menginstruksikan agar seluruh jajaran aparatur yang ikut serta dalam sosialisasi itu melakukan langkah-langkah nyata dan proaktif pada semua tahapan penyusunan. EB-MB 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.