Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pemkab Tabanan Gelar Webinar Nge-Ceng Blonk Bareng di Web

Metro Bali
single-image

Tabanan, (Metrobali.com) –

Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan menggelar Webinar bertajuk Nge-Cenk Blonk Bareng di Web, dengan tema ‘Tabanan Aman dan Produktif dalam Pandemi Covid-19 yang diikuti oleh ribuan peserta via aplikasi Zoom, Senin, (29/6).

Acara itu tidak hanya ditujukan untuk para Pimpina Forkopimda, DPRD Kabupaten Tabanan dan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan saja, melainkan juga kepada Kepala Sekolah SD-SMA, Perbekel, Ketua PKK Desa dan Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Tabanan serta masyarakat Umum.

Pada kesempatan itu Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama 2 orang lainnya, yakni Bagus Arya Kumara dan I Wayan Nardayana, tampil sebagai pembicara dengan materinya masing-masing.

Bupati Eka yang saat itu dengan materi Kedaulatan pangan Tabanan mengatakan, didalam menghadapi pandemic Covid-19 ini kita harus tetap aman dan produktif. “Artinya kita harus mengutamakan rasa aman dulu, yakni lengkapi diri dengan masker, hand sanitizer dan sebagainya, baru beraktivitas,” tegas Bupati Eka.

Disamping itu, Ia juga menegaskan harus selalu menjaga imun tubuh agar tetap sehat dan tetap mentaati anjuran Pemerintah untuk melakasanakan protap kesehatan Covid-19, terlebih menjelang New Normal atau Era baru yang akan diterapkan Pemerintah, begitupun di Tabanan.

Menurut Bupati Eka, New Normal itu adalah New Mindsheet. “Kita harus berpikir virus ini akan tetap ada, dan vaksinnya belum ada. Oleh karena itu bagaimana kita tetap bisa hidup tanpa harus meninggalkan aktivitas kita, sehingga mampu menjaga produktifitas demi ketahanan pangan kita,” ujarnya.

Disamping itu, Ia menegaskan untuk menjaga ketahanan pangan khususnya di Tabanan di masa pandemic saat ini ialah melalui semangat gotong-royong dan kebersamaan antara Pemerintah dan masyarakat. “Gotong-royong itu sangat penting untuk mewujudkan ketahanan pangan Pemerintah dan masyarakat yang mandiri. Salah satu contoh membeli hasil panen masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :
Google Game, Stadia, akan Diluncurkan di 14 Negara Tahun Ini

Ia juga menyampaikan, untuk mewujudkan hal tersebut Pemkab telah membuat beberapa program, bekerjasama dengan Perusda dan Pengusaha lokal untuk menciptakan produk-produk olahan dari hasil pertanian dan industri rumah tangga. Dengan tujuan agar masyarakat tetap semangat melakukan produksi, sehingga Tabanan produktif kembali meski di tengah situasi pandemic.

Beberapa upaya melalui gotong royong antara Pemerintah dan masyarakat saat ini dikatakan Bupati Eka telah membuahkan hasil. Diantaranya produk sembako yang disebar untuk masyarakat yang terdampak dan yang dibeli ASN merupakan hasil pertanian dan UKM di Tabanan. Begitupun dengan bibit cabai sebanyak 133 ribu telah disebar ke 133 Desa di Tabanan.

Saat itu, Bupati Eka juga menghimbau kepada seluruh jajarannya agar selalu memberi himbauan kepada masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protap kesehatan sesuai anjura Pemerintah. Hal itu harus tetap disosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menganggap new normal sebagai keadaan yang sudah aman, sehingga masyarakat mengabaikan protap kesehatan Covid 19.

“Perketat semua lini, displin, menyadari bahwa virus ini harus kita hindari. Jangan sampai menyerang diri kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita sayangi,” imbuhnya.

Senada dengan Bupati Eka, I Wayan Nardayana yang saat itu dengan materinya berpikir positif meningkatkan imun mental, mengatakan, berpikir positif adalah salah satu cara untuk meningkatkan imun atau kekebalan tubuh dan mental kita.

“Ketika kita selalu berpikiran positif, maka tubuh kita akan banyak didukung oleh kekuatan positif. Jadi kalau kita berpikir positif, maka tubuh kita akan mengalirkan dan dialiri energi-energi yang positif juga,” tambahnya. @humastabanan,-

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.