Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pemkab Jembrana Tak Diskriminasi Terhadap Keberadaan Pura

Metro Bali
single-image

Jembrana  (Metrobali.com)-
Bupati Jembrana bersama dengan Sekda Jembrana I Gede Gunadnya dan sejumlah pejabat lainnya Minggu (7/10/2012) memantau pembangunan Pura Dang Kahyangan Mertha Sari yang ada di Kelurahan Loloan Timur Jembrana dengan mengayuh sepeda gayung sambil menikmati hari minggu yang rutin dialkukan car free day.

Bupati Artha bersama dengan rombongan lainnya menempuh jarak kurang lebih  5 kilometer, menuju lokasi pembangunan Pura yang dikerjakan secara gotong royong oleh pengempon pura yang terletak di Desa Pekraman Lokasari itu.

Bupati Artha yang tiba dilokasi langsung menuju lokasi pembangunan untuk melihat secara detail warga  pengempon yang melakukan gotong royong, dan sebagai orang nomer satu di Jembrana Bupati Artha langsung mendapat sambutan dari pekerja bahkan ada warga yang kaget lantaran Bupati Artha yang biasanya datang dengan mobil dinasnya itu tiba-tiba datang dengan mengayuh sepeda,

Kehadiran Bupati Artha ternyata memberikan semangat lebih, dan tentu memotivasi pekerja.“ Sungguh luar biasa, pekerjaan yang berat sekalipun akan ringan terasa jika  dilakukan dengan kerjasama dan gotong-royong dan lebih cepat selesai “ungkap Artha.

Dikatakan Ketua Panitia Pembangunan Pura Dang Kahyangan Mertha Sari I Ketut Sugiasa, kalau pembangunan dengan dilakukan bergotong-royong dan pembuatan pondasi dilakukan secara bergiliran oleh setiap desa pekraman pengempon serta  dengan yang menghaturkan Canang Yasa di lokasi pembangunan dilakukan secara bergiliran. “Pengayah maupun tukang semuanya dari warga pengempon dan tidak ada yang dibayar “ ujar Sugiasa kehadapan Bupati.

Sugiasa berharap ada dukungan bupati dan masyarakat Jembrana untuk kelancaran pembangunan pura yang merupakan petilasan Ida Dang Hyang Dwijendra ini.

Pemkab Jembrana  tidak akan melakukan diskriminasi atau  membeda-bedakan Pura Dang Kahyangan di Jembrana, semua kita akan bantu pembangunannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah masing-masing. “Pura yang sudah bagus, tinggal perawatan sedangkan pura yang perlu perehaban dan pengembangan kita bantu untuk pembangunannya, itupun sesuai kemampuan daerah, yang terpenting adalah kebersamaan masyarakat dan keikhlasan dalam mengelola pura “ tegas Bupati.

Baca Juga :
LSM Internasional Unjuk Rasa Bubarkan WTO

Setelah meninjau lokasi pembangunan Pura Mertha Sari rombongan kayuh sepeda bupati Artha menlanjutkan perjalanan menuju lapangan Dauhwaru berjarak 5 kilometer dari pura, untuk melihat Kontes Bonsai. Mendengar penjelasan pemelihara bonsai, Bupati Artha berpendapat, tanaman besar yang dikerdilkan dan dibentuk dengan seni ini, seyogyanya diberikan tempat khusus di Jembrana, sehingga peminat bonsai yang ada di Jembrana ada ruang untuk berbagi informasi terkait pemeliharaan tanaman yang baik, terlebih untuk merawatnya memerlukan ketekunan, nilai seni termasuk biaya yang mungkin tidak sedikit.DEW-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.