Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pemilihan Bendesa, Puluhan Krama Perancak Datangi Camat Jembrana

Metro Bali
single-image

???????????????????????????????

Jembrana (Metrobali.com)-

Merasa haknya dikebiri, puluhan krama (warga) banjar dari lima banjar di Desa Pekraman Perancak, Kecamatan Jembrana, Rabu (3/12) pagi mengenakan pakaian adat madya mendatangi Kantor Camat Jembrana.

Mereka datang untuk meminta saran dan solusi terkait akan digelarnya pemilihan bendesa yang akan dilaksanakan pada 30 Desember nanti. Di kantor Camat Jembrana mereka diterima oleh Camat Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya bersama Kasi Trantib Pol PP Kecamatan Jembrana Carlly Nababan.

Wayan Tirta (70), salah seorang krama Perancak mengaku heran dengan awig (aturan) yang digunakan dalam pelaksanaan pemilihan bendesa. Pasalnya, selain karena baru dibuat yakni tahun 2011, awig tersebut juga belum disosialisasikan, bahkan belum dipasupati.

Selain itu, sejumlah krama desa juga dilarang menggunakan hak pilihnya, diantaranya muda-mudi yang sudah ber-KTP, janda dan krama sampatan lepas (yang berumur 60 tahun keatas). Padahal dalam awig sebelumnya, yaitu awig tahun 1989 dan sudah dipasupati, semua krama baik muda mudi yang sudah ber-KTP, janda, dan sampatan kenceng (yang punya mantu) dan sampatan lepas (yang berumur 60 tahun keatas) boleh menggunakan hak pilihnya.  “Ini apa, masak yang boleh memilih hanya krama sampatan kenceng saja? Padahal saat piodalan di pura semuanya ikut terlibat (ngayah)” terang Tirta, Rabu (3/12).

Hal senada juga dikatakan Ketut Winata (44) dan Nyoman Darmawan (59). Menurut Winata hampir semua krama di lima banjar menolak awig tersebut, dan kembali menggunakan awig tahun 1989 yang dinilainya lebih demokratis, karena melibatkan semua krama desa. “Demikian kedaannya disana. Tolong kami berikan solusinya pak camat. Kalau pak camat masih ragu, silahkan turun (ke Perancak), kami tidak mengada-ada” ujarnya.

Baca Juga :
Kirab Seribu Bendera Meriahkan Pembukaan  HUT  Kota Tabanan Ke 521 

Sementara itu, mendengar dan menyimak penjelasan krama banjar, Camat Jembrana Gusti Ngurah Sumber Wijaya meminta waktu selama dua hari untuk mempejajari permasalahan yang ada dan awig Desa Pakraman Perancak.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak majelis madya dan majelis alit serta melaporkan ke bupati. Pasalnya pihaknya bukan dalam kapasitas mengambil keputusan, mana yang benar, mana yang salah. Namun menghindari meruncingnya permasalahan pihaknya segera mengeluarkan surat edaran untuk penundaan. “Sekarang saya buatkan surat edaaran penundaannya. Tapi tolong masalah ini jangan lagi diperuncing. Sehingga kondisi yang sudah kondusif bisa tetap kondisif seperti biasa” ujarnya.

Mendengar penjelasan tersebut, puluhan krama dari lima banjar kemudian membubarkan diri. MT-MB

 MT-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.