Pemerintah garap 108 infrastruktur di 5 wisata prioritas tahun ini

metrobali
single-image

Jakarta (Metrobali.com) –

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggarap 108 kegiatan infrastruktur di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) pada tahun ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap DPSP direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku, dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan kegiatan, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul. Prinsipnya adalah merubah wajah kawasan dilakukan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Untuk itu Kementerian PUPR menggenjot pembangunan infrastruktur DPSPDanau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang, dengan 108 kegiatan infrastruktur senilai Rp4,01 triliun tahun ini.

Infrastruktur DPSP yang dibangun Kementerian PUPR mencakup konektivitas, sumber daya air, permukiman, dan perumahan.

Untuk DPSP Danau Toba anggaran TA 2021 sebesar Rp1,07 triliun untuk 21 kegiatan di antaranya preservasi jalan dan jembatan Batas Kabupaten Dairi-Dolok Sanggul dan penanganan jalan akses wisata rohani di Kabupaten Samosir.

Selanjutnya untuk DPSP Borobudur sebesar Rp0,90 triliun untuk 19 kegiatan meliputi konektivitas, pengendali banjir serta sarana dan prasarana penunjang pariwisata seperti preservasi Jalan Pringsurat-Secan-Keprekan dan prasarana pengendali banjir Sungai Serang.

Untuk DPSP Mandalika sebesar Rp0,95 triliun untuk 17 kegiatan di antaranya pembangunan Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Mandalika 2 dan penataan kawasan 3 Gili di Lombok Utara.

Sementara untuk Labuan Bajo dianggarkan Rp630 miliar untuk 26 kegiatan di antaranya optimalisasi Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Labuan Bajo, pembangunan pengaman pantai dan Dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca.

Baca Juga :
Penderita HIV/AIDS di Jakarta Timur Didominasi "Homo"

Terakhir untuk DPSP Manado-Bitung-Likupang dianggarkan sebesar Rp480 miliar digunakan untuk 25 kegiatan di antaranya penanganan Jalan Girian-Likupang dan penataan kawasan Pantai Malayang Kota Manado. (Antara)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.