Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pelabuhan Gilimanuk Mulai Dipadati Mobil Pribadi

Metro Bali
single-image
IMG_20160629_181131
Pemudik sepeda motor penuhi tenda yang dipsang ASDP, Rabu (29/6)/MB

Jembrana, (Metrobali.com)-

Memasuki H-8 Lebaran, arus mudik yang akan menyebrang ke Jawa melalui penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, semakin padat.

Selain dipenuhi pemudik bersepeda motor, pemudik bermobil pribadi atau kendaraan kecil (KK) juga mulai memenuhi pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk.

Menurut Ketut Kari, salah seorang pedagang di terminal Gilimanuk, pemudik menggunakan mobil pribadi sudah ramai berdatangan sejak Selasa (28/6) malam. Bahkan aliran mobil pribadi hingga Rabu (29/6) pagi. Akibatnya, terjadi atrian mobil pribadi di terminal manuver. Bahkan sekitar pukul 08.00 Wita antrian mobil pribadi dari pintu loket masuk pelabuhan Gilimanuk hingga di pertigaan manuver depan patung Budha.

“Maunya menghindari antrean, malah sekarang ikut ngantre” ujar Anton (45), salah seorang pemudik asal Surabaya, Jatim.

Ucapan senada disampaikan Leny (40), pemudik asal Kota Malang, Jatim. Karyawan hotel ini mengakubpulang duluan karena pihak hotel tempatnya bekerja sudah memberikan cuti.

Antrian juga terjadi dipintu loket pemudik bersepeda motor. Bahkan atrian hingga di tenda luar pelabuhan yang disediakan ASDP.

Dari data di PT ASDP, Indonesia Ferry pelabuhan Gilimanuk, sampai pukul 09.00 kemarin, pihak ASDP mengoperasokan 40 unit kapal dengan 192 trip. Penumpang yang sudah menyebrang ke Jawa sebanyak 26.835 orang, sepeda motor sebanyak  4.227 unit dan mobil pribadi (mobil KK) sebanyak 4.329 unit mobil.

“Mobil pribadi dan sepeda motor sudah mulai ada peningkatan, tapi masih dalam batas normal, belum termasuk padat” terang Manajer Usaha PT ASDP unit Pelabuhan Gilimanuk, Sugeng Purwono, Rabu (29/6).

Menurutnya, jika terus mengalir seperti hari Selasa kemarin dan Rabu hari ini diyakini tidak akan terjadi antrian panjang saat puncak arus mudik.

Baca Juga :
Mulai 2018, Perangkat Daerah dan Pemerintahan Desa di Badung akan dinilai

“Kalai bisa, memang lebih baik mendahului. Sehingga nanti tidak terjebak antrian” ujarnya. MT-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.