Pasien Covid-19 di Jembrana Meninggal Dunia

Metro Bali
single-image

 

Jembrana (Metrobali.com)

Pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Negara dinyatakan meninggal dunia. Ini merupakan kasus pertama di Kabupaten Jembrana karena virus Corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisanha mengatakan pasien yang tercatatkan sebagai pasien ke-60 ini meninggal dunia di RSUP Sanglah pada Minggu (9/8) sekitar pukul 03.00 Wita.

“Almarhum seorang wanita berusia 58 tahun berprofesi sebagai wiraswasta” ujar Arisantha dalam keterangan pers, Minggu (9/8).

Atas persetujuan keluarga kata dia, jenasah akan dimakamkan sesuai protokol penanganan jenazah Covid-19 di Denpasar.

Pasien sempat dirawat di RSUP Sanglah selama 7 hari. Sebelum dirujuk ke RSUP Sanglah, almarhum sempat menjalani perawatan di RSU Negara.

Dengan kondisi klinis pneumonia ( inpeksi akut pada jaringan paru ) serta ADHF( jantung ) sehingga membutuhkan ventilator sebagai alat bantu nafas. Riwayat klinis lainnya juga terdapat pengakit penyerta diabetes melitus.

“Ini kasus pertama yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Jembrana. Kami atas nama Gugus Tugas menyampaikan turut berbela sungkawa” ujar Arisantha.

Dari hasil tracking kata Arisantha, sebanyak 7 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien ini juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka diantaranya suami, anak dan empat orang karyawan serta seorang anak berumur tiga tahun yang merupakan anak dari salah satu karyawan almarhum.

Dengan kejadian ini, Gugus Tugas Jembrana juga sudah memberlakukan karantina keluarga guna memutus penyebaran virus. Secara khusus Karantina diberlakukan kepada keluarga dimana dalam satu pekarangan rumah terdapat tiga KK didalamnya.

Atas kasus kematian ini, Arisantha kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan.

Menurutnya sebelum ditemukan vaksin, pandemi Covid-19 masih terus berlangsung sehingga butuh ketaatan bersama guna memutus penyebaran virus.

Baca Juga :
TEROR PARIS - Abaaoud si dalang teror masih gentayangan

“Penyakit ini (Covid-19) cukup berbahaya karena beresiko kematian sehingga kewaspadaan perlu dijaga. Tapi bisa juga disembuhkan, terbukti angka kesembuhan di Bali dan Jembrana khususnya cukup tinggi” tandasnya .

Terkait perkembangan Covid-19 di Jembrana lanjutnya, secara kumulatif berjumlah 69 orang. Sedangkan pasien yang sembuh total kumulatif sebanyak 59 orang dan meninggal dunia 1 orang.

“Yang masih dirawat sebanyak 9 orang. Semuanya dirawat di RSU Negara” pungkasnya. (Komang Tole)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.