Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Papan Larangan Tak Digubris, Jembatan Kali Kembar Dipenuhi Sampah

Metro Bali
single-image

Jembatan Kali Kembar Dipenuhi Sampah

Jembrana (Metrobali.com)-

Jembatan Kali Kembar di Jalan Danau Beratan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara kembali dipenuhi sampah. Berbagai upaya telah dilakukan pihak kelurahan, namun hingga kini belum berhasil.

Pantauan dilokasi Jumat (13/7), nampak sampah berjubel disebelah timur Jembatan Kali Kembar penghubung Kelurahan Lelateng dan Desa Baluk. Selain berserakan, timbunan sampah juga menimbulkan bau busuk.

Kendati tepah dipasang papan peringatan larangan membuang sampah, namun tetap saja ada yang membuang sampah disana.

Warga sekitar keberatan dengan dijadikannya kawasan jembatan sebagai tempat pembuangan sampah. Karena juga dekat dengan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan TK Negeri Negara.

Salah seorang warga, I Ketut Suetha (60) mengatakan jembatan Kali Kembar dijadikan TPS liar sejak kontainer sampah diselatan Pustu dipindah beberapa tahun silam. Diduga yang membuang sampah dilokasi tersebut warga luar Kelurahan Lelateng.

“Kalau lewat baunya minta ampun. Kami pernah menangkap yang membuang sampah, ternyata dari luar” ujarnya.

Kelihan Tempek IV, Banjar Peken,I Putu Darma mengatakan aktiftas pembuangan sampah biasanya dilakukan dini hari sehingga sulit terpantau,. “Kalau bisa disana itu ditata. Kalau dijaga terus rasanya sulit. Bila perlu pasang CCTV” imbuhmya.

Sementara itu Lurah Lelateng, I Made Santa Purwa mengatakan selain telah melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pihaknya juga sudah rutin melakukan gotong royong bersama sejumlah komunitas peduli sampah khususnya warga Lelateng.

“Setelah dibersihkan, semalam saja sudah penuh sampah. Padahal sudah ada plang larangan” ujar Santa.

Ia juga mengaku kesulitan menangkap pelaku pembuang sampah. “Untuk usulan warga supaya ditata, kami akan bersurat ke Dinas LH, sehingga bisa dianggarkan” tandasnya.(Komang Tole)

Bagikan :
Baca Juga :
Harus Dibubarkan : KMP dan KIH Sumber Konflik

Leave a Comment

Your email address will not be published.