Operasi Patuh Lempuyang 2020, Ratusan Pengendara Ditilang dan Ditegur

Metro Bali
single-image

 

Jembrana (Metrobali.com)

Ratusan pengendara kendaraan terjaring Operasi Patuh Lempuyang 2020. Ratusan pengendara juga ditegur saat operasi tersebut. Operasi Patuh Lempuyang berlangsung selama 14 hari mulai tanggal 23 Juli sampai 5 Agustus 2020.

Data dari Sat Lantas Polres Jembrana hingga hari ke-12, Senin (3/8) sebanyak 220 pengendara ditilang karena melanggar. Sedangkan di tahun 2019 sebanyak 1018 pengendara yang ditilang.

Sementara kasus kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia terjadi 3 kasus dengan korban meninggal 3 orang. Sedangkan di tahun 2019 terjadi 6 kasus kecelakaan dengan korban 1 orang meninggal dunia. Sementara jumlah pengendara yang ditegur dan diberikan pembinaan sebanyak 551 orang.

“Ya, ada 3 lakalantas dengan korban 3 orang” ujar Kasat Lantas Polres Jembrana Iptu Shinta Ayu Pramesti, seizin Kapolres Jembrana, Senin (3/8).

Menurutnya, angka kecelakaan selama operasi memang menurun dibanding tahun 2019 sebanyak 6 kasus dengan korban satu orang meninggal dunia. Namun dari segi fatalitas atau kualitas meningkat karena ada 3 orang meninggal akibat kecelakaan.

“Tiga kecelakaan yang terjadi itu lebih disebabkan karena human error” imbuh Shinta.

Selain memberikan penindakan dengan menilang lanjutnya, pihaknya juga memberikan teguran sebagai pembinaan seperti tidak mengaitkan tali helm dan menggunakan HP saat berkendaraan.

Pelanggaran masih didominasi karena tidak pakai helm dan tidak membawa surat-surat kendaraan. Bahkan ada yang ngeyel bahwa mereka sudah menggunakan masker, namun tidak pakai helm.

“Pakai pakaian adat dan juga peci atau hijab, kalau tidak pakai helm tetap saja melanggar. Untuk ini, mereka kami bina dan diberikan pengertian” ujarnya.

Dalam Operasi Patuh Lempuyang 2020 lanjutnya, pihaknya tidak mengedepankan upaya penindakan reprensif. Namun di lapangan lebih kepada pelaksanaan tindakan preentif dan preventif.

Baca Juga :
PDI Perjuangan Denpasar Berbagi Kasih dengan Anak Tuna Netra di Yayasan Dria-Raba, Sambut Hari Lahir Bung Karno

“Kami melaksanakan tindakan preentif dan prepentif berupa teguran. Sekarang masih pandemi (Covid-19), ini masih perlu disesuaikan ke masyarakat” pungkasnya. (Komang Tole)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.