Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ombudsman Bali Imbau Bupati Tak Mobilisasi Massa

Metro Bali
single-image

Denpasar (Metrobali.com)-

Ombudsman RI Perwakilan Bali mengimbau bupati dan wali kota tidak memobilisasi massa untuk memilih pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur tertentu pada pilkada 15 Mei mendatang.

“Bupati dan wali kota harus bisa merepresentasikan dirinya sebagai entitas yang berdiri di atas kepentingan masyarakat luas dan tidak melayani kepentingan politik golongan tertentu,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatthab di Denpasar, Minggu (12/5).

Imbauan itu dia anggap penting, mengingat Panitia Pengawas Pemilu Bali telah memberikan surat peringatan kepada bupati/wali kota dan jajaran pejabat birokrasi yang terlibat kampanye salah satu pasangan cagub-cawagub selama periode 28 April-11 Mei 2013.

Bahkan sampai tiga hari menjelang Pilkada Bali masih ada kepala daerah yang turun ke bawah untuk menggalang dukungan dan memenangkan calon pasangan tertentu.

“Oleh sebab itu, kami mengimbau mengimbau bupati dan wali kota serta pejabat birokrasi tidak melibatkan diri dalam usaha memobilisasi pemlih, khususnya pemilih dari kalangan PNS,” kata Umar.

Ia menganggap birokrasi sebagai abdi masyararakat bukan sebagai alat kepentingan politik golongan tertentu. Dengan kesadaran itu, maka netralitas birokrat mencerminkan kualitas demokrasi yang sesugguhnya sekaligus menunjukkan kualitas pengabdian birokrasi pada kepentingan masyarakat tanpa pandang bulu.

“Keberpihakan birokrat pada salah satu pasangan calon di satu sisi akan mencederai demokrasi, sedangkan di sisi lain merusak visi birokrat sebagai abdi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan kalangan media massa agar menyuguhkan informasi yang berimbang sehingga Pilkada Bali tidak hanya menghasilkan pemimpin yang berkualitas, melainkan juga melahirkan pemilih yang rasional.

“Pemilih rasional pasti bisa menghargai kemenangan dan memahami kekalahan calon tertentu sehingga kemenangan dan kekalahan dimaknai sebagai sesuatu yang wajar tanpa menimbulkan gejolak,” katanya.

Baca Juga :
Presiden Titip Pesan Masyarakat Agar Hati-hati "Sekolahkan" Sertifikat

Dia juga meminta media massa memaknai pilkada sebagai metode evaluasi atas kinerja pemerintahan sebelumnya secara jernih dan terlepas dari kepentingan-kepentingan golongan tertentu.

“Kalau saja media massa berusaha untuk memobilisasi massa, maka secara tidak langsung telah merongrong independensi hak politik masyarakat,” kata Umar.

Ombudsman mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya berdasarkan pertimbangan rasional dan di luar tekanan pihak mana pun.

“Masa tenang ini harus bisa digunakan untuk menimbang secara objektif, siapa yang bisa diharapkan membawa Bali ke arah yang lebih baik,” katanya.

Kepada semua pihak, Ombudsman juga meminta menghindari praktik politik uang karena dapat merusak moral pemilih dan pemimpin, di samping akan membawa demokrasi pada ambang kehacuran.

Pilkada Bali diikuti dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yakni Anak Agung Ngurah Puspayoga–Dewa Nyoman Sukrawan dan Made Mangku Pastika–Ketut Sudikerta. Jika lima tahun lalu Pastika dan Puspayoga bergandengan tangan sehingga keduanya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2008-2013, maka tahun ini mereka bertarung secara terbuka melalui parpol berbeda. INT-MB

Bagikan :
12 Comments
  1. Avatar
    pan goblar tendas ngaplar 7 years ago
    Reply

    Setuju, kita harus menjaga stabilitas pulau bali. Buang jauh itu MKS……

  2. Avatar
    Derita Rakyat 7 years ago
    Reply

    Ha ha ha..mara ngenah. dari mana saja kemarin kemarin? sudah sampai di tahap pelaksanaan, sudah nggak ada yang dengar lagi himbauan. sudah di depan pintu masing masing Om..

  3. Avatar
    Arkitanata 7 years ago
    Reply

    Setuju, bupati adalah pejabat Publik milik semua pihak.
    Yang memobilisasi masyarakat ke satu pihak saja adalah Bupati yang otaknya sebesar pentol korek..he.he.!

  4. Avatar
    Ketut sangut 7 years ago
    Reply

    Bupati endas bedag..to onyang panak sampi..awas kalau pak mangku menang saya akan tekan balik bupati2 totonan.

    • Avatar
      Dharma 7 years ago
      Reply

      Weeeeeeee suud malu monto….gaene alih pang nyidang pianake makan…

    • Avatar
      jatma desa 7 years ago
      Reply

      Yan ba dueg ganti bupati e yaaan,tiyang dadi tim sukses wayane…pang ada bliang susu panake..

  5. Avatar
    Nak BALI 7 years ago
    Reply

    BENEH TO SEMETON ,CONTOHNYA DITABANAN SAYA MERASAKAN SENDIRI BUPATI TBN ITU BUPATI NYA PDIP BUKAN BUPATINYA RAKYAT TABANAN

  6. Avatar
    Nak BALI 7 years ago
    Reply
    • Avatar
      Ketut sangut 7 years ago
      Reply

      Jangan dirusak gambr sampi yang menarik pas kasian sampi lwo sdah nenek2..coblos aja hidung pak mangku agar kejengak kejengit liu nak nusuk..gambar sampi biarkan utuh..agar tdak membuat untuk pemilihan gubernur bali tivi nanti.setuuujuu………kawan2….

  7. Avatar
    de agoes 7 years ago
    Reply

    setuju…pedalem gambar tendas sampi …keweh 2 nak ngejangin sampe mekerah jak panwaslu …sampe pak lanang ke jkt ngalih pertimbangan …jani usak …khan opake rage jak dadong ega teken elite 2 pdip …kanggoang gambar pak mangku dogen tusuk…sing ken 2 sing ye ….malah matur suksma …astungkara …..

  8. Avatar
    Ketut sangut 7 years ago
    Reply

    Betul…betuuul..betuuull mantap pak mangku…pasti dan pasti

  9. Avatar
    mantan godel 7 years ago
    Reply

    jaman jani lamen ade pejabat megae ane beneh kal sekaine soalne liunan ane demen megae corah

Leave a Reply to de agoes Cancel reply

Your email address will not be published.