Objek Wisata Bukit Jati Tidak Terurus, Dispar Pasang Anggaran Perbaikan di 2021

Metro Bali
single-image
Gianyar, (Metrobali.com)
Obyek Wisata Remaja Bukit Jati, di Kelurahan Samplangan saat ini kondisinya tidak terutus dengan baik. Pada sisi timut bahkan kondisinya sangat parah, selain sampah dedaunan juga terdapat sampah plastik di areal gazebo (bale bengong). Disamping itu atap gazebo juga sudah rontok termasuk tempat duduknya yang sudah lepas.
Selain dua gazebo yang kondisinya memprihatinkan tersebut, terdapat juga Balai Serba Guna Bukit Jati. Kondisinya juga mirip seperti gazebo yang berada di atas. Hanya areal parkir nampaknya bersih, walau tamanisasinya tidak menunjukkan sebuah taman. Kondisi ini mendapat perhatian warga yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. “Ini (Bukit Jati) memang tidak terurus dari dulu. Dari dulu juga begini-begini saja,” jelas warga Gianyar yang tidak mau disebutkan namanya.
Dikatakannya, bila melintas di kawasan tersebut di malam hari, kondisinya menyeramkan, mengingat lampu penerangan jalan mati. Selain itu, akses tersebut kondisinya tidak bagus, terkadang ada kerikil di tengah jalan sehingga membahayakan pengendara motor. “Mestinya tempat ini dikelola, tinggal penataan taman dan perbaikan bangunan,” harapnya. Disamping itu, menurut warga ini, bila balai serga guna ditata dan dirawat dengan baik, maka Pemkab Gianyar bisa memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan formal dan non formal. “Ya sayang saja kondisinya begini dari dulu. Saya prihatin. Kalau memang tidak dikelola lebih baik dijadikan hutan saja,” kritik warga ini.
Dikonfirmasi Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan mengakui kondisi Taman Wisata Remaja Bukit Jati kondisi seperti itu. “Ya, ada atapnya yang sudah mau jatuh, dan bangunan lain yang mengalami kerusakan,” jelasnya Kamis (22/10/2020). Walau demikian, Dinas Pariwisata berusaha melakukan perbaikan terhadap kawasan tersebut. “Di anggaran induk 2021 kita pasang anggaran, nanti untuk perbaikan atap,” jelas AA Putrawan.
Minimnya anggaran di Tahun 2021 nanti, akibat pandemik covid 19, sehingga anggaran diusahakan untuk perbaikan atap saja. “Ya, nanti kita perbaiki dan lakukan penataan. Namun tidak bisa sekaligus,” jelasnya. Obyek wisata tersebut memikiki luas sekitar 4 hektar, yang saat ini banyak tumbuh pohon perindang, kondisinya hijau dan sejuk.  (Ctr)
Bagikan :
Baca Juga :
Tinggalkan Balikpapan, Presiden Menuju Palangkaraya Tinjau Lokasi Calon Ibu Kota

Leave a Comment

Your email address will not be published.