Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Mutasi Pejabat Pemkab Jembrana Tunggu Persetujuan Gubernur

Metro Bali
single-image

Made Mangku Pastika

Jembrana (Metrobali.com)-

Mutasi pejabat eselon II, III dan IV di lingkup Pemkab Jembrana hingga kini belum bisa terlaksana. Padahal sebelumnya Bupati Jembrana I Putu Artha pernah menjanjikan akan melakukan mutasi di awal tahun 2015 ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jembrana, I Wayan Gorim dikonfirmasi, Kamis (5/2) mengatakan draf mutasi sebenarnya sudah siap. Hanya saja pihaknya masih menunggu persetujuan dari Gubernur Bali. Pasalnya untuk mutasi pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas harus mendapat persetujuan gubernur.

“Mutasi untuk pejabat  eselon II dilakukan sesuai Permendagri  No. 5 tahun 2005 tentang Tatacara Pengangkatan Sekda dan Pejabat Eselon Dua. Jadi mutasi pejabat setingkat kepala dinas harus mendapat persetujuan gubernur. Tapi sebelumnya harus dibahas oleh tim Baperjakat Provinsi Bali” terang Gorim.

Menurut Gorim, jumlah pejabat eselon II yang akan dimutasi, tidak sebanyak eselon III dan IV. Namun pihaknya enggan merinci berapa banyak pejabat eselon II, III dan IV yang akan dimutasi.

Selanjutnya pihaknya berharap persetujuan dari Gubernur Bali segera turun. Pasalnya persetujuan gubernur memiliki keterkaitan mutasi pejabat eselon III dan IV yang drafnya akan segera diajukan kepada bupati. Setelah itu baru diumumkan kapan dilakukan mutasi” terangnya.

Sementara itu, Sekda Jembrana, I Gede Gunadnya selaku Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkab Jembrana, dikonfirmasi terpisah membenarkan segera dilakukan mutasi.

“Kami masih menunggu persetujuan Gubernur Bali, karena menurut rencana mutasi akan diumumkan secara bersamaan setelah persetujuan gubernur turun” ujarnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, mutasi pejabat eselon II dimulai setelah Kadis Perindagkop Jembrana, Ni Made Ayu Ardini memutuskan untuk pensiun dini, lantaran terjerat dugaan kasus koruspi pemberian izin pembelian BBM bersubsidi kepada UD  Sumber Maju. MT-MB

Bagikan :
Baca Juga :
DLHK Denpasar Peringati 17 Tempat Usaha

Leave a Comment

Your email address will not be published.