Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Menyorot Masalah Penghapusan Pinjaman Mahasiswa di AS

Metro Bali
single-image

Siswa berjalan melintasi kampus di University of Vermont di Burlington, Vt. Statistik federal menunjukkan 43 juta orang di Amerika Serikat miliki pinjaman mahasiswa. (Foto: AP)

Puluhan ribu warga Amerika yang pernah mendapat pinjaman untuk melanjutkan pelajaran di universitas dan perguruan tinggi, mengeluh karena tingginya jumlah hutang yang harus dibayar.

Tahun lalu Kongres Amerika membuat program untuk menghapus hutang-hutang itu, supaya para penerimanya, yang kini bekerja sebagai dokter, guru dan pegawai negeri, bisa melakukan pekerjaan mereka dengan tenang. Tanpa harus memikirkan bagaimana membayar hutang yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu dollar itu.

Tapi ternyata, 99 persen permohonan penghapusan hutang itu ditolak dalam tahun pertama antara bulan Mei 2018 sampai Mei 2019.

Stasiun Radio NPR melaporkan, Departemen Pendidikan telah memproses 54.000 permohonan penghapusan hutang dan hanya menyetujui 661 kasus. Jumlah dana yang digunakan untuk itu hanya AS$27 juta dari AS$700 juta yang telah diberikan Kongres untuk program itu.

“Kami sangat sedih,” kata Melissa Emrey-Arras, pejabat yang meninjau laporan Kantor Akuntan Pemerintah itu.

Menurut pejabat Departemen Pendidikan Amerika, Angelo Morabito, departemen itu telah mengambil sejumlah langkah guna membantu para pemohon untuk memenuhi syarat-syarat pengampunan hutang, proses aplikasi dan berbagai informasi tentang program itu.

Tiap Senin malam Matthew Austin duduk di meja kerja di rumahnya di negara bagian Connecticut, untuk memeriksa berbagai rekening dan tagihan yang harus dibayar guna menjalankan rumah tangganya. Ia masih ingat ketika mendapat surat tahun lalu dari perusahaan yang mengurus hutang kuliah istrinya, Heather.

Istrinya itu telah bekerja lebih dari 10 tahun sebagai guru. Ia berharap Departemen Pendidikan akhirnya akan menghapus sisa hutang kuliahnya.

Baca Juga :
Polres Tabanan Gelaran Personel di Sepanjang Jalur Barat Selama 24 Jam

Kata Matthew, surat itu menjelaskan bahwa cicilan pembayaran hutang yang telah mereka lakukan sejak sepuluh tahun lalu itu, tidak dianggap memenuhi pembayaran bulanan yang disyaratkan untuk mendapat penghapusan hutang.

Banyak peminjam lain yang mengalami hal sama, kendati mereka telah bekerja keras untuk memenuhi persyaratan penghapusan hutang itu. Alasannya macam-macam, ada yang disebut karena mereka tidak mengikuti persyaratan pembayaran yang diperlukan, atau hutang kuliah yang mereka peroleh dulu keliru didaftarkan.

Matthew dan istrinya Heather telah lama menantikan masa untuk terbebas dari hutang kuliah itu. Kata Matthew, ia ingat ketika istrinya hamil dengan anak pertama mereka. Ia membuat rencana anggaran jangka panjang dan sampai pada kesimpulan bahwa ketika putranya berumur 10 tahun, mereka akan punya cukup uang untuk berlibur.

“Tapi kini impian itu harus ditunda lagi,” kata Matthew.

Penolakan massal itu ternyata disebabkan karena kesalahan program itu sendiri, yang minta pemohon supaya mendaftar untuk diikutkan dalam program yang mereka sendiri tahu tidak memenuhi syarat. Hanya karena alasan itu saja, puluhan ribu lebih pemohon ditolak permintaannya.

“Ini sangat membingungkan bagi para peminjam,” kata Emrey-Arras dari Kantor Akuntan Pemerintah. Jelas tidak masuk akal, dilihat dari kacamata peminjam.

Departemen Pendidikan menjalankan program ini “dengan sangat tidak kompeten,” kata anggota DPR Amerika Bobby Scott. [ii/jm] (VOA)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.