Menyempit, Jalan Menuju RSU Dikeluhkan Pengguna Jalan

Metro Bali
single-image

Jalan Menuju RSU Dikeluhkan Pengguna Jalan

Jembrana (Metrobali.com)-

Jalan Wijaya Kusuma di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena menyempit. Bahkan jalan menuju ke RSU Negara ini sejak beberapa hari belakangan semakin sembrawut.

Kondisi ini selain adanya proyek pembangunan drainase dan trotoar, di sepanjang jalan tersebut juga terparkir mobil, bahkan hingga kebadan jalan. Pihak RSU sejatinya sudah menyediakan lahan parkir untuk mobil di dalam. Namun pemilik kendaraan lebih memilih memarkirkan mobilnya dibadan jalan.

Seperti yang terlihat Selasa (14/9). Alat berat nampak mulai mengeruk saluran drainase di depan RSU Negara. Kawasan yang sebelumnya steril untuk parkir mobil, kini dipenuhi mobil parkir, baik di sisi Timur maupun Barat jalan sehingga semakin mempersempit jalan.

Dari informasi, proyek saluran drainase dan trotoar di jalan Wijaya Kusuma senilai Rp 1,8 miliar bersumber dari APBD 2018. Proyek dengan tanggal Surat Perintah Kerja (SPK) per 12 Juli 2018 ini ditarget rampung empat bulan atau 120 hari ini dikerjakan CV Cipta Dinata Karya.

Kendati di sisi Selatan sudah terpasang beton precast namun bagian atasnya belum ditutup, pekerjaan penggalian justru sudah dilanjutkan di depan RSU Negara yang berjarak sekitar 500 meter.

Akibatnya jalan semakin menyempit karena banyak bahan material untuk trotoar masih berserakan di pinggir jalan. Sementara di sepanjang jalan menuju RSU Negara ini mobil parkir berjejer, bahkan hingga di depan Rutan Kelas IIB Negara.

Kondisi jalan yang menyempit sejatinya sudah sering dikeluhkan warga sekitar. Seperti yang disampaikan Ketut Gede warga sekitar. Ia meminta agar ada solusi sehingga jalan tidak semakin sempit, bahkan krodit karena banyaknya kendaraan yang parkir.

Baca Juga :
Tutik Kusuma Wardani Gerah Istilah Kesepekang, Harus Dihilangkan

Direktur RSU Negara, Made Dwipayana saat dikonfirmasi mengatakan mobil-mobil yang parkir tersebut merupakan pemilik pengunjung poliklinik maupun IRD. Karena kalau parkir di belakang, jaraknya terlalu jauh. “Sebenarnya sudah diarahkan ke dalam, tapi mereka memilih yang lebih dekat” ujarnya.

Pewarta : Komang Tole

Editor    : Whraspati Radha

 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.