Menyama Braya, Amertha “Gede Jak Made” Siap Ngayah Sekala Niskala untuk Denpasar Era Baru

Metro Bali
single-image

Foto: Made Bagus Kertha Negara, Calon Wakil Walikota Denpasar dari Paket Amertha saat membersihkan areal Pura Puseh dan Pura Desa di Desa Adat Denpasar.

Denpasar (Metrobali.com)-

Denpasar dikenal sebagai kota kreatif dan kota budaya yang sudah punya pondasi cukup kuat dalam kancah nasional maupun internasional.

Namun Denpasar juga membutuhkan akselerasi pembangunan yang lebih cepat di tangan pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan dengan kerja yang lebih cepat.

Namun perubahan besar dan kemajuan ini tetap dalam bingkai kota budaya dan konsep menyama braya (persaudaraan dalam kebersamaan) membangun Denpasar Era Baru.

Hal inilah yang ingin dihadirkan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara (Paket Amertha) yang diusung koalisi Golkar, Demokrat dan NasDem pada Pilkada Denpasar 9 Desember 2020 mendatang.

“Kami berdua Amertha ‘Gede Jak Made’ siap ngayah sekala niskala untuk Denpasar maju, Denpasar Era Baru,” kata Made Bagus Kertha Negara, Calon Wakil Walikota Denpasar dari Paket Amertha, Jumat (4/9/2020) saat “temu wirasa” dengan awak media.

Kata “ngayah” bagi Bagus Kerta Negara, tokoh Denpasar yang akrab disapa Sting ini, bukan hal yang asing lagi. Sebab kini dia dipercaya mengabdi sebagai pengayah di desa adat sebagai Bendesa Adat Denpasar masa bhakti 2018-2023.

Desa Adat Denpasar sendiri merupakan salah satu desa adat terbesar di Kota Denpasar sebab terdiri atas 105 banjar. Bagus Kertha Negara jadi juga jadi pengayah di Pura Puseh dan Pura Desa di Desa Adat Denpasar.

Putra kedua dari penggagas konsep Tri Hita Karana, alm. Profesor Merta Sutedja memang tak pernah membayangkan dirinya akan berada di suatu titik untuk berjuang menjadi pemimpin di tingkat Kota Denpasar.

Baca Juga :
Supir Beli Alphard Untuk Sutan Bhatoegana

Namun baginya, amanah dan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat Denpasar untuk maju sebagai Calon Wakil Walikota Denpasar harus dijawab dengan memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

“Ini memang sudah jalan Tuhan, saya harus ngayah untuk kepentingan yang lebih besar. Saya orang baru, ingin ngayah, betul-betul bekerja untuk Denpasar tidak mencari sesuatu. Kepentingan Denpasar harus berubah, Denpasar Era Baru,”  kata pria yang akrab disapa Sting ini.

Amertha pun mengapresiasi banyak hal telah dilakukan dan telah dicapai kepemimpinan Walikota Denpasar saat ini yakni Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Banyak program-program yang dianggap bagus namun ada juga yang perlu penyempurnaan dan diperlukan juga progam baru.

Karenanya Amertha berkomitmen melanjutkan visi misi Rai Mantra untuk melanjutkan tongkat estafet membangun Denpasar maju dan berbudaya.

“Kepemimpinan Pak Rai Mantra sudah bagus. Jadi kami akan lanjutkan visi misi beliau ditambah dengan inovasi yang telah kami siapkan,” ujar Bagus Kertha Negara yang juga owner Sekolah Kertha Wisata ini.

Ditanya soal visi, dirinya mengaku Amertha susah menyiapkan program-program jangka pendek maupun jangka menengah dan jangan panjang yang sangat padat.

Salahnya salah satunya kaitannya dengan menciptakan simpul-simpul baru ekonomi kreatif di para generasi muda yang berbasiskan banjar lewat progam smart banjar.

Ini akan menjadi secara ruang kreasi anak muda mengasah jiwa entrepreneurship dimana banjar dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha berbasiskan ritel dan digitalisasi.

“Banyak sebenarnya yang kami siapkan. Tapi tunggu dulu, kami belum buka semua,” ujar Sting yang di awal ini ingin terlalu mengumbar ide-ide briliannya ke publik.

Tampil dalam kontestasi Pilkada Denpasar, Amertha tidak ingin pesta demokrasimenjadi ajang polarisasi, gontok-gontokan dua kubu pendukung, ataupun hal lainnya yang berpotensi memecah belah rasa persaudaraan.

Baca Juga :
TPS Jauh, Enggan Mencoblos

Jadi Amertha bersepakat untuk mengusung dan mengedepankan spirit menyama braya, persaudaraan yang utama. “Walaupun bersaing untuk memajukan Denpasar, kita tetap mengedepankan persaudaraan, kekeluargaan, keharmonisan,” pungkas Sting.

Rencananya Paket Amertha akan melakukan pendaftaran ke KPU Kota Denpasar pada hari terakhir yakni Minggu pagi (6/9/2020).

Untuk diketahui Ambara merupakan tokoh independen dan pengusaha asal Desa Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur.

Ambara sudah teruji punya pengalaman politik tarung sebagai mantan Calon DPD RI 2019 menempati ranking 5 dalam perolehan suara Pileg 2019 untuk DPD RI dapil Bali dengan suara khusus di Denpasar saja mencapai 20 ribu lebih.

Ambara juga merupakan adik kandung dari mantan anggota DPR RI Dapil Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Damantra yang dianggap punya relasi dan jaringan politik mumpuni.

Sedangkan Bagus Kertha Negara merupakan putra dari tokoh Denpasar, Prof Dr Merta Sutedja, asal Banjar Wangaya Kelod, Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.

Ia merupakan tokoh independen yang dikenal sebagai pengusaha juga seorang seniman musik dan dekat dengan kalangan milenial Denpasar. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.