Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Menteri BUMN Wacanakan Ini, Grace Anastasia: Jangan Bangkitkan Kemarahan Rakyat Bali

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota DPRD Provinsi Bali dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Anastasia Surya Widjaja.

Denpasar (Metrobali.com)-

Setiap wacana pembangunan di Bali, hampir tidak terlepas dari sektor pariwisata.  Seakan tidak ada sektor lain yang perlu dikonsentrasikan untuk digalakkan pembangunannya.

Hal yang lebih mengagetkan lagi adalah kawasan Teluk Benoa kembali diwacanakan oleh Menteri  BUMN Erick Tohir.

Ia memiliki rencana menghubungkan Pelabuhan Benoa dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai, yang selama ini hanya terhubung dengan fasilitas kendaraan bus sebagaimana disampaikannya.

Hal ini mendapatkan tanggapan yang serius dari Anggota DPRD Provinsi Bali dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Anastasia Surya Widjaja.

Menurut Grace, wacana menghubungkan Pelabuhan Benoa dengan Bandara Ngurah Rai, dengan metode lain yang saat ini katanya masih dipikirkan oleh Menteri BUMN adalah hal yang perlu diwaspadai perencanaannya.

“Ingat lho ya…kapasitas lahan di Bali ini terbatas. Kalau metoda penghubungnya dilakukan dengan cara lain, selain dengan memanfaatkan fasilitas yang ada saat ini, tentu dibutuhkan pembangunan fasilitas baru, yang cenderung harus ada yang dikorbankan,” ucap Grace, Jumat (22/5/2020) menanggapi berita yang disampaikan Menteri BUMN Erick Tohir tersebut.

Kalau penghubungnya dilakukan dengan kereta listrik misalnya, lanjut Anggota Komisi II DPRD Bali itu, tentu membutuhkan terminal, landasan kereta yang dapat dipastikan membutuhkan pembangunan fasilitas terminalnya, landasan keretanya dan sarana penunjang lainnya.

Kalau hal itu yang dibangun, tentu harus ada yang dikorbankan. Sangat mungkin, perairan di sekitar Teluk Benoa harus diurug atau direklamasi, hutan bakau yang ada sekarang akan dikorbankan.

“Artinya bahwa daya dukung lahan di seputaran kawasan pelabuhan dan bandara, untuk menunjang pembangunan fasilitas penghubung apapun bentuknya, saya kira akan berujung pada dikorbankannya kondisi wilayah sekitar pelabuhan ataupun bandara,” ujar Grace

Baca Juga :
Pemprov Beri Bantuan Cubang Bagi Simantri di Daerah Kritis

“Jangan lagi ada wacana reklamasi yang berkedok revitalisasi dilakukan di Bali, karena dapat dipastikan membangkitkan kembali kemarahan rakyat Bali,”kata Grace mengingatkan.

Tidak ada yang salah dengan pembangunan fasilitas pariwisata yang ada di Bali, Grace menekankan, namun pembangunan tersebut jangan hanya terfokus pembangunan fasilitas semata. Melainkan pembangunan kualitas yang seharusnya menjadi konsentrasi dari pemerintah pusat maupun daerah.

Kualitas SDM komponen yang terlibat dalam kepariwisataan Bali menjadi hal penting untuk dibangun. Harapannya agar pelayanan terhadap para wisatawan yang datang ke Bali mendapatkan kesan mendalam terhadap pelayanan yang diberikan.

Diharapkan kesan tersebut dapat menjadikan para wisatawan berkeinginan untuk lebih lama tinggal di Bali, ataupun untuk datang kembali ke Bali.

Peningkatan kualitas kepariwisataan, imbuh Grace yang juga Wakil Ketua DPW PSI Provinsi Bali ini, tidak hanya terkait dengan pembangunan fasilitas pariwisata, namun juga sangat tergantung dengan pembangunan SDM pariwisatanya.

“Dulu Bali minim fasilitas, tapi mengapa orang mancanegara berdatangan ke Bali, karena menurut saya karena orang Bali sangat terkenal dengan kehangatannya menerima orang asing di Bali. Dan itu yang menjadikan mereka ingin kembali lagi ke Bali,” tegas Grace mengakhiri pendapatnya.

Seperti diberitakan kompas.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terkoneksi dengan Pelabuhan Benoa, Bali.

Mantan bos Inter Milan itu yakin, dengan terhubungnya kedua lokasi tersebut bisa menggenjot sektor parawisata di Indonesia.

“Benoa itu akan jadi one stop pelabuhan untuk diprioritaskan ke tourism. Ada yang namanya cruise dan yacht. Bahkan kita akan sambungkan dengan airport. Kita lagi pikirin bagaimana (cara) nyambungnya,” ujar Erick dalam diskusi virtual, Rabu (20/5/2020). (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.