Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Mendagri Siap Beberkan Rekaman Transaksi Keuangan Pribadi

Metro Bali
single-image

Jakarta (Metrobali.com)-

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku siap membeberkan daftar transaksi keuangan pribadinya untuk membuktikan bahwa pihaknya tidak pernah menerima transfer dana imbalan mencurigakan terkait proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Kalau Nazaruddin bilang ada transfer ke rekening saya, silakan dicek saja. Nanti saya perlihatkan ‘print out’ rekening saya,” kata Mendagri di Jakarta, Jumat (30/8).

Mendagri meminta mantan bendahara umum Partai Demokrat Nazaruddin untuk membuktikan tudingannya bahwa ada sejumlah uang imbalan atau “fee” yang masuk ke rekening Gamawan.

“Kalau ada transfer ke rekening saya, kapan, tanggal berapa, jam berapa, ke rekening nomer berapa, jelaskan itu,” tegasnya.

Sebelumnya, terpidana kasus suap Wisma Atlet tersebut meminta Mendagri menerima imbalan atau “fee” atas pengadaan proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang dimulai pelaksanaannya sejak 2011.
“Ada yang ditransfer, ada yang ke Sekjen-nya, ada yang ke PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), semuanya dijelaskan secara detail. e-KTP, Mendagri terima berapa, nanti biar KPK jelaskan uang mengalir, terima berapa, adiknya yang terima, transfer di mana,” papar Nazaruddin di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (29/8).

Nazaruddin mengaku memiliki sejumlah bukti keterlibatan para pejabat di lingkungan Kemendagri dan anggota DPR terkait dugaan upaya penggelembungan anggaran pengadaan e-KTP sebesar 45 persen dari proyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Terkait akan tudingan tersebut, Mendagri melaporkan Nazaruddin beserta pengacaranya, Elza Syarif ke Polda Metro Jaya, Jumat.

“Saya melaporkan Nazaruddin dan pengacaranya ke Polda karena dia menuduh saya menerima uang dari proyek e-KTP. Saya minta dia bisa membuktikan kapan, di mana dan dari siapa saya terima uang. Kalau tidak, saya tuntut dia atas tiga hal, yaitu memberikan keterangan bohong, mencemarkan nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan,” tukasnya. AN-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Tabanan Usulkan Nama Desa Bali

Leave a Comment

Your email address will not be published.