Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Marzuki: Belum Saatnya Presiden Turun Tangan Polemik KPK-Polri

Metro Bali
single-image

Denpasar (Metrobali.com)-

Ketua DPR RI, Marzuki Alie menandaskan jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak perlu turut campur atas polemik KPK versus Polri.

“Belum saatnya (presiden) ikut campur,” kata Marzuki di Warung Tresni, Denpasar, Minggu 7 Oktober 2012.

Menurut Marzuki yang terpenting untuk dicamkan bagi KPK maupun Polri adalah kesadaran kedua institusi penegak hukum tersebut.

“Cukup kesadaran kedua lembaga itu secara baik. Kedepankan kepentingan bangsa. Jangan seolah-olah saya ini yang lebih baik,” ingat Marzuki.

Menurut Marzuki, baik Polri mupun KPK merupakan lembaga yang saling berkaitan satu sama lain. Karenanya, kata dia, sebaiknya bekerjasama melakukan pemberantasan korupsi.

“Keduanya saling membutuhkan. Jangan ada dikotomi. Yang diperlukan adalah sinergi untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat dengan memberantas korupsi,” kata dia.

Marzuki jug menampik jika dikatakan ada upaya pelemahan terhadap institusi KPK. Menurut dia, apa yang dilakukan lembaganya untuk merevisi UU KPK merupakan upaya perbaikan semata.

“Saya kira tidak ada pelemahan KPK. Jangan disebut pelemahan. Seolah-olah seperti penyakit. Revisi dibilang pelemahan. Itu kan agenda sejak lama. Kalaupun diperbaiki ya silakan. UU Kejaksaan juga diperbaiki,” imbuh Marzuki.

“Saya yakin penolakan sejumlah fraksi sangat jelas. Sudah ada komitmen juga dari beberapa fraksi termasuk Demokrat yang menyatakan revisi tidak untuk pelemahan KPK,” tambah dia.

Marzuki menyebut bisa saja KPK melakukan kesalahan. Dan untuk itu, ia mempersilakan untuk diproses. “Kalau KPK salah ya silakan. Tak ada yang benar semua manusia ini,” tutur dia.

Sementara itu, soal penarikan penyidik KPK olrh Polri, Marzuki memiliki pandangan tersendiri. “Bukan penarikan. Itu penggantian karena waktunya sudah habis. Kan sudah dijelaskan oleh Wakapolri Nanan Sukarna. Harap media juga yang seperti itu dipublikasikan,” ingat dia.

Baca Juga :
G-Pay Lepas Klip Goodbye Luh

Kendati begitu, Marzuki sepakat jika KPK dan Polri harus dibangun dan didukung. “Kalau ini rusak, koruptor ketawa. Yang diuntungkan koruptor,” tutup Marzuki. BOB-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.