Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Made Sumardhana Kembali Pimpin DPK Perbarindo Denpasar, Ini Fokunya Majukan BPR

Metro Bali
single-image

Keterangan foto: Drs. I Made Sumardhana,S.E., kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) Kota Denpasar periode 2018-2022 dalam Muskom Perbarindo Denpasar di Hotel Puri Saron, Denpasar, Jumat (15/3/2019)/MB

Denpasar (Metrobali.com) –

Drs. I Made Sumardhana,S.E., kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) Kota Denpasar periode 2018-2022 dalam Muskom (Musyawarah Komisariat)  Perbarindo Denpasar di Hotel Puri Saron, Denpasar, Jumat (15/3/2019).

Di periode kedua kepemimpinanya ini Sumardhana bertekad terus membawa “BPR di Denpasar Menuju Prestasi, Tetap Semangat, Sehat dan Maju,” serta juga responsif dengan berbagai perkembangan terkini agar BPR tetap eksis.

Selama masa kepemimpinannya berbagai inovasi dan terobosan dilakukan untuk meningkatkan kinerja BPR di Denpasar. Salah satu misalnya dengan membuat website khusus Perbarindo Denpasar. Di website ini BPR angggota Perbarindo Denpasar bisa melaporkan kondisi neraca dan debitur termasuk dari sisi NPL (Non Performing Loan) atau kredit macet.

Melalu website ini, Perbarindo sama-sama membina dan memberi saran pada BPR angggotanya agar waspada dan selektif memberikan kredit. Jangan masalah di satu BPR merembet ke BPR lain.

“Jadi website ini juga jadi semacam data base debitur nakal. Agar BPR bisa diwarning, hati-hati menyalurkan kredit,” tegas Sumardhana.

Untuk itu edukasi pada angggota Perbarindo dan nasabah atau calon nasabah untuk menghindari kredit macet juga jadi salah satu fokus utama  Sumardhana di periode kedua ini. “Kami tekankan edukasi pinjaman agar hati-hati. Harus dianalisis betul prospek usaha, agunan, kemampuan membayar debitur,”ujarnya.

Sumardhana menegaskan secara kuantitatif semua indikator pengajuan kredit bisa dianalisis. Namun pemahaman karakter peminjam harus didalami. “Dalam laut bisa diduga hati orang siapa tahu. Itu kehati-hatian yang kami tekankan agar BPR mendalami karakter calon debitur ayu peminjam,” tandas Sumardhana.

Fokus Persoalan Riil, Adaptif dengan Teknologi

Sementara itu mantan Ketua Perbarindo Bali Made Arya Amitaba SE.MM., yang juga Direktur Utama BPR Kanti meyakini Sumardhana mampu memimpin Perbarindo Denpasar dengan dukungan para pengurus para generasi milenial.

“Pak Sumardhana sudah teruji dan makin matang kawal industri BPR ke depannya. Beliau juga ke depan sudah rencanakan kaderisasi pengurus sekarang untuk menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.

Ia juga berharap Perbarindo Denpasar mampu lebih mengoptimalkan peran pengurus generasi milenial. Sebab ke depan kondisi persaingan industri BPR makin ketat. Tidak hanya dengan lembaga keuangan sekarang tapi juga persaingan dengan fintech dan entah apa lagi yang akan muncul.

“Jadi harus fokus pada kondisi dan persoalan riil di lapangan. Seperti persaingan, peraturan regulator, aspek peningkatan SDM dan juga mengikuti trend teknologi,” tandas Amitaba.

Pewarta: Widana Daud
Editor: Hana Sutiawati

</a

Leave a Comment

Your email address will not be published.

</a
</a