Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

LSM : Keberadaan Juru Bicara Bumikan Kebijakan Presiden

Metro Bali
single-image

pak-jokowi

Jakarta (Metrobali.com)-

Lembaga swadaya masyarakat Center for People Studies and Advocation (Cepsa) menyatakan pentingnya keberadaan posisi Juru Bicara Kepresidenan sehingga beragam kebijakan Presiden Joko Widodo saat ini juga dapat lebih dibumikan.

“Berbagai kesimpangsiuran informasi yang terjadi selama ini telah mengendurkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Juru bicara kepresidenan akan membantu membumikan kebijakan Presiden Jokowi ke tengah masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Cepsa Sahat Martin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (11/5).

Menurut dia, perkembangan program dan kebijakan pemerintah saat ini perlu diketahui secara benar oleh publik luas.

Untuk itu, ia mengemukakan bahwa keberadaan Juru Bicara Kepresidenan akan memudahkan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan kebijakannya secara cepat, tepat, dan teliti.

“Jubir akan sangat penting fungsinya untuk memberikan gambaran secara luas tentang kegiatan pemerintah, khususnya Presiden,” katanya.

Ia memahami bahwa selama menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, Presiden Jokowi ingin menyampaikan kebijakannya secara langsung tanpa harus dibantu juru bicara.

Hal itu dinilai sebagai bentuk pertanggungjawaban Jokowi untuk menghadapi sendiri setiap pendapat setuju maupun tidak setuju dari masyarakat.

Presiden Jokowi juga dinilai ingin menanamkan hal ini kepada dirinya dan para menteri yang dipilih dalam jajaran Kabinet Kerja.

“Sayangnya yang justru terjadi adalah perbedaan pendapat antara Jokowi dan menteri-menterinya,” katanya.

Karena itu, menurut Sahat, juru bicara dapat membantu Presiden berkoordinasi dengan para menteri dalam menyiapkan pernyataan yang akan disampaikan kepada publik.

Mengenai kriteria juru bicara, ia memaparkan bahwa sosok tersebut harus tenang, cerdas, professional, dan memiliki jejaring dengan masyarakat luas serta media massa.

“Yang paling utama jubir bukan nonpartai. Sebaiknya jubir berasal dari kalangan akademisi sehingga pernyataan yang disampaikan tidak sekedar opini dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Baca Juga :
Prabowo-Sandi Unggul di Depok

Dengan demikian, papar dia, juru bicara dapat menjadi penyambung Presiden Jokowi dengan rakyat dan media massa. AN-MB 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.