Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Literasi Media Teknologi Informasi di Kabupaten Badung

Metro Bali
single-image

Keterangan foto: Asisten Administrasi Umum Setda Badung Cok Raka Darmawan membuka Literasi Media Teknologi Informasi di Dinas Komunikasi dan Informatika, Puspem Badung, Rabu (13/3)/MB

Mangupura, (Metrobali.com) –

Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali melaksanakan acara Literasi Media Teknologi Informasi dengan tema ”Listerasi media menuju publik Well Informed Cerdas Pekan Kritisber-Medsos”. Kegiatan yang diikuti 100 orang ini dibuka Asisten Administrasi Umum Setda Badung Cok Raka Darmawan ditandai dengan pemukulan gong, Rabu (13/3) di Dinas Komunikasi dan Informatika, Puspem Badung. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Badung I Wayan Weda Dharmaja, Sekretaris Diskominfo dan Statistik Provinsi Bali Agus Suryawan.

Dalam sambutan Bupati Badung yang dibacakan Asisten Cok Raka Darmawan menyampaikan, program pengembangan Smart City serta System Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) diberbagai daerah, tidak cukup hanya dengan menyiapkan regulasi, Infrastruktur IT, sarana prasarana, SDM di bidang IT yang berkompeten, tetapi juga harus menyiapkan masyarakat yang cerdas dalam memperoleh serta memanfaatkan media komunikasi dan informasi (Smart Citizen). ”Kemampuan kita bersama dalam mengelola hal tersebut secara produktif dan inovatif serta berdaya saing (kompetitif) yang akan menjadi kunci keberhasilan menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0,” kata Cok Raka Darmawan.

Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Kabupaten Badung telah menyediakan 997 titik lokasi dan 1.074 akses point free wi-fi untuk semua Kantor Perangkat Daerah, RSUD Mangusada, Kantor Camat, Kantor Desa dan Lurah, Puskesmas dan Pustu, Balai Banjar, SD dan SMP yang ada di wilayah Kabupaten Badung, serta Objek Wisata dengan mengenal SSID badungfreewifi. ”Kami harapkan dengan adanya fasilitas yang telah disediakan oleh Pemerintah tersebut dapat dijaga bersama, serta dimanfaatkan secara positif dan produktif.” imbuhnya.

Sekretaris Diskominfo dan Statistik Provinsi Bali, Agus Suryawan mengatakan, untuk berita-berita hoaks harus bisa diperkecil dan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar nanti masyarakat bisa menganalisis apakah ini betul-betul berita bohong atau tidaknya, sehingga terwujudnya masyarakat yang cerdas. “Dengan literasi media ini kita harapkan nantinya masyarakat menjadi cerdas dan dapat  membedakan mana bertia hoaks dan mana berita yang benar,” imbuhannya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung I Wayan Weda Dharmaja mengatakan, untuk terkaitannya dengan berita hoaks saat ini semakin banyak, untuk itu Diskominfo Badung bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali melakukan literasi media terhadap  pemahaman berita tersebut. ”Berita harus dipahami benar atau tidak, lihat dari sumbernya. Berita itu harus dianalisis, apakah berfungsi, berdampak kepada yang lainnya,” kata Weda Dharmaja. Dijelaskan pula, pihaknya di Badung juga sedang gencarnya melakukan literasi media sehingga masyarakat memahami berita yang bermanfaat bagi mereka. “Kegiatan ini kami akan tindaklanjuti dengan sosialisasi ke masing-masing kecamatan, sekolah-sekolah terutamanya generasi millenial,” ungkapnya.   

Sumber: Humas Pemkab Badung

</a

Leave a Comment

Your email address will not be published.

</a
</a