Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Limbah Pabrik Diprotes Warga, Bupati Artha Warning Pengusaha Pabrik

Metro Bali
single-image

Bupati Jembrana I Putu Artha saat pertemuan dengan pengusaha pabrik (1)

Jembrana (Metrobali.com)-

 Sejumlah pengelola dan pengusaha pabrik di Desa Pengambengan dan Desa Tegal Badeng Barat (TBT) yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) diwarning Bupati Jembrana I Putu Artha. Para pengusaha juga diingatkan untuk tidak lagi membuang limbah sembarangan.

“Kami sudah cukup lama memberi toleransi, kami harap pengelola pabrik segera membangun IPAL” ujar Artha saat bertatap muka dengan sejumlah pengusaha dan pengelola pabrik, Kamis (11/12).

Turut hadir saat tatap muka tersebut, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Pertamanan dan Kebersihan (LHKP) Jembrana Wayan Darwin, perwakilan PPE Bali dan Nusra, Nurmayanti dan perwakilan Deputi II KLH, Irfan.

Pertemuan tersebut juga menyikapi adanya protes warga desa Pengambengan dan Desa Tegal Badeng Barat belum lama ini terkait limbah pabrik yang dibuang ke laut dan polusi asap oleh sejumlah pabrik.

“Jembrana tempat kita mencari makan, bantu kami untuk melestarikan lingkungan dan biota laut. Jangan bilang kami tidak bersahabat dengan investor. Kedepan kami harapkan tidak lagi ada protes dari warga” ujar Artha.

Artha kembali mengingatkan agar panen raya tidak dijadikan alasan, untuk membuang limbah ke laut dan kesembarang tempat, lantaran IPAL tidak mampu menampung. Artha juga berharap jika ada tim turun mengecek, jangan diberi amplop (disogok). “Saya harap budaya amplop dihilangkan, mari bersama-sama menjaga lingkungan” ujarnya.

Sementara itu, Wayan Darwin mengatakan pabrik yang membandel dan tetap membuang limbah ke laut atau ke tempat lain sehingga mengganggu lingkungan bisa dikenai sanksi administrasi sesuai  UU No 32 tahun 2009 dengan ancaman 3 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. “Kami harapkan bagi yang melanggar jangan banyak komentar. IPAL juga sebuah investasi, jadi jangan ada yang bandel” tandasnya. MT-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Evaluasi kegiatan PKB : Kantong Parkir Tetap Bermasalah

Leave a Comment

Your email address will not be published.