Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kerjasama Dengan Viking Cruise, PT. Ratu Oceania Raya Bali Jadi Incaran Pencari Kerja Kapal Pesiar

Metro Bali
single-image

Foto: PT. Ratu Oceania Raya Bali menjadi incaran calon pekerja kapal pesiar.

Denpasar (Metrobali.com)-

Bekerja di kapal pesiar dengan biaya murah masih menjadi impian banyak calon pekerja kapal pesiar. Namun sayangnya tidak banyak perusahaan kapal pesiar yang memberikan banyak kemudahan dan subsidi biaya untuk para Crew kapal pesiar.

Perusahaan kapal pesiar Viking Cruise Line adalah salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan PT. Ratu Oceania Raya Bali yang banyak memberikan kemudahan dan subsidi kepada Crew.

Perusahaan yang berkantor pusat di Basel, Switzerland ini menanggung biaya-biaya seperti biaya tiket keberangkatan, biaya medical check up dan biaya pembuatan Visa.

PT. Ratu Oceania Raya Bali yang beralamat di Jl. Beringin 56 Br. Pegending, Dalung, Kuta-Utara, Badung ini hampir setiap minggu mengadakan final interview dengan perusahaan Viking Cruises Line dan Crew yang telah lulus final interview dan menunggu keberangkatan juga lumayan banyak.

Pada tanggal 10 Februari 2020 lalu ada dua orang Crew yang berangkat ke Viking Cruise Line melalui PT. Ratu Oceania Raya Bali. Pertama, I Made Segara yang join dengan Viking Jupiter. Pria asli dari Banjar Dinas Bugbug Tengah, Karangasem ini lulus dengan posisi Storekeeper. Sedangkan I Nengah Widiasa akan bergabung dengan Viking Sea dengan posisi Assistant Cook.

Kedua Crew tersebut sangat senang bisa bergabung dengan Viking karena biaya yang dibutuhkan sangat sedikit dan gaji yang ditawarkan lumayan lebih besar dari perusahaan kapal pesiar tempat mereka bekerja sebelumnya.


I Made Suarnaya, Operational Manager PT. Ratu Oceania Raya Bali menyatakan bahwa permintaan akan Crew bulan Pebruari ini lumayan banyak.

“Semua perusahaan yang kita tangani berbiaya murah karena biaya tiket keberangkatan dan biaya medical check up serta biaya pembuatan dokumen Visa ditanggung pihak perusahaan yang kami ajak kerjasama,” ujar Suarnaya, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga :
Peringatan Perang Tanah Aron Berlangsung Sederhana

Jadi disamping gaji yang didapat lumayan besar, biaya yang dikeluarkan juga tidak lebih dari 10 jutaan. Jadi banyak calon Crew yang ingin bekerja di Viking karena alas an biaya murah namun kualitas yang dibutuhkan juga lumayan tinggi.

“Kandidat kami yang gagal ke Viking bisa kami ajukan pada akhir bulan Februari ini. Sebab kami akan kedatangan salah satu perusahaan besar yang juga memberikan banyak kemudahan dan subsidi biaya keberangkatan yakni Sea Chefs yang memiliki banyak perusahaan kapal pesiar,” tambah Suarnaya yang mantan Chef De Rang di Celebrity Cruise ini.

Direktur Utama PT. Ratu Oceania Raya Bali, I Nengah Yasa Adi Susanto menegaskan bahwa sesuai dengan Maritime Labor Convention (MLC 2006), tidak ada kewajiban bagi perusahaan kapal pesiar untuk menanggung biaya tiket keberangkatan maupun biaya untuk medical check up.

Akan tetapi tentu perusahaan yang punya kebijakan menanggung biaya-biaya tersebut akan banyak peminatnya seperti yang selama ini kami tangani di PT. Ratu Oceania Raya Bali. Sesuai MLC 2006 bahwa Manning Agency tidak diperbolehkan untuk memungut Agent Fee sesuai dengan Standard A1.4 khususnya angka 5 pada MLC 2006.

Jadi Manning Agency tidak boleh mungut uang dengan dalih Agent Fee maupun sejenisnya. Namun faktanya banyak Agent yang melakukan pungutan kepada calon Crew dengan dalih biaya pelatihan padahal Crew tersebut sudah lulus final interview dan tinggal proses keberangkatan saja.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah, Dinas Tenaga Kerja baik kabupaten/kota maupun provinsi harus bersinergi dengan BP3TKI Bali untuk secara bersama-sama melakukan pengawasan atau kontrol dan monitoring sehingga para pencari kerja tidak dirugikan dengan biaya mahal,” tandas Adi. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.