Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kejari Singaraja Musnahkan Setengah Kilogram Narkoba

Metro Bali
single-image

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Singaraja Wahyudi didampingi Kasat Narkoba Polres Buleleng AKP Ketut Suparta pada Jumat (19/7) melakukan pemusnahan barang bukti (BB).

Buleleng, (Metrobali.com)-

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Singaraja Wahyudi didampingi Kasat Narkoba Polres Buleleng AKP Ketut Suparta pada Jumat (19/7) melakukan pemusnahan barang bukti (BB) dari beberapa perkara pidana yang merupakan hasil tangkapan Polres Buleleng. Barang bukti yang dimusnahkan ini, merupakan hasil keputusan berketetapan hukum tetap (inkrah) di Pengadilan Negeri Singaraja.”Terdapat 68 perkara tindak pidana yang putusannya telah memiliki kekuatan hukum tetap di tingkat Pengadilan” jelas Wahyudi usai proses pemusnahan BB tersebut di halaman belakang kantor Kejaksaan Negeri Singaraja.
Lebih lanjut dikatakan pemusnahan barang bukti, dilakukan dengan cara dibakar di dalam sebuah bak. Sedangkan khusus untuk barang bukti narkoba, berupa sabu-sabu yang berbentuk butiran kristal dimusnahkan dengan cara dituangkan dalam air yang telah berisi deterjen.”Dalam pemusnahan barang bukti ini, perkara pidana narkoba yang mendominasi” ungkapnya.”68 perkara pidana sejak akhir Tahun 2018 lalu hingga pertengahan Juni 2019, terdapat 33 perkara merupakan kasus narkoba, dengan BB sebanyak 475,81 gram atau setara dengan 0,5 Kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang dimusnahkan. Untuk yanh lainnya merupakan perkara pidana penganiayaan, judi, dan perkara pidana lainnya” urai Wahyudi.
Menurutnya dengan mendominasinya kasus narkoba dalam giat pemusnahan barang bukti ini, hal itu berarti peredaran narkoba di Buleleng boleh dikatakan cukup memperihatinkan. ”Terdapat perkara pidana narkoba, dimana terdakwanya dijatuhi hukuman 13 tahun penjara, yang mana saat ini masih Kasasi” ungkap Wahyudi.”Di Buleleng ini, idealnya tidak sampai sebegitu hukumannya. Terkesan tingkat kejahatannya luar biasa,” ujarnya menambahkan.
Iapun mengatakan pengguna narkoba itu merupakan korban. Jadi perlu dilakukan pembinaan dengan rehabilitasi. Berbeda jika pelakunya merupakan pengedar, hal ini tidak ada kompromi lagi.”Kami memberikan tuntutan yang berat kepada para pelaku narkoba, khususnya bagi para pengedar narkoba. ” ucap Wahyudi tegas. GS

Bagikan :
Baca Juga :
Milenial Sang Geopreneur

Leave a Comment

Your email address will not be published.