Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kecelakaan, Korban Diminta Uang Oleh Petugas Tol Bali Mandara

Metro Bali
single-image

anna

Korban kecelakaan di jalan Tol Bali Mandara, Anna Roemokoy.

Mangupura (Metrobali.com)-

Seorang korban kecelakaan di jalan Tol Bali Mandara, Anna Roemokoy memprotes tindakan petugas jalan tol pertama di Bali itu. Pasalnya, Anna yang menjadi korban kecelakaan bukannya buru-buru ditolong, justru dimintai uang sebesar Rp150 ribu terlebih dahulu lantaran dianggap merusak fasilitas tol.

Anna menceritakan, ia masuk tol dari arah Nusa Dua dan hendak menuju Pelabuhan Benoa, Denpasar. Ia menumpangi mobil DK 604 OI. Anna memacu kendaraannya sekitar 80 km/jam. Sekira memasuki tengah ruas jalan tol, Anna mengaku melihat setumpuk benda di tengah jalan tol seperti terpal.

Anna terkejut. Spontan ia membanting stirnya ke arah kiri. Nahas, dari arah kiri jalan bodi mobil Anna membentur APV yang datang dari arah kiri. “Mobil saya terseret ke kanan dan ke kiri sampai menggeser besi pembatas jalan. Kondisinya bengkok,” jelas Anna di Denpasar, Kamis 19 November 2015.

Kala mobilnya telah berhenti, Anna ke luar dari mobil. Ia menunggu pertolongan datang. Anna menyadari jika ia mengalami luka atas kecelakaan tunggal yang dialaminya.

Seingat dia, saat itu mulutnya mengeluarkan banyak darah lantaran luka pada bibirnya yang mengalami pembengkakan.

Tak berapa lama, datanglah petugas jalan tol dengan membawa kendaraan patroli. Bukannya memberikan pertolongan pertama, Anna justru disodori tagihan sebesar Rp150 ribu atas kerusakan jalan tol akibat kecelakaan yang melibatkan dirinya.

“Waktu itu kata petugas jalan tol itu, kalau saya tidak bayar mobil saya tidak akan diderek ke luar tol,” papar Anna. Menurut Anna, kerusakan yang dilakukannya tak disengaja. Hal itu terjadi murni akibat kecelakaan.

“Ada benda seperti terpal di ruas jalan. Saya menghindar akhirnya celaka. Ini salah siapa? Kenapa saya malah dimintain uang,” keluhnya. Sepengetahuannya, beberapa petugas tol mengangkat benda mirip terpal itu dan membuangnya ke laut. “Beberapa petugas tol mengangkat barang mirip terpal itu dan membuangkan ke laut. Ini rupanya mau menghilangkan barang bukti penyebab kecelakaan,” tuding Anna.

Baca Juga :
Pemerintah Tawarkan Peluang Investasi Kelautan

Anna tak mempersoalkan jumlah uang sebesar Rp150 ribu yang dibebankan kepadanya. Yang disayangkannya, petugas tol tak peka terhadap penderitaan yang tengah dialaminya akibat kecelakaan.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Tol Bali Mandara, Drajat Hari Suseno menuturkan jika kerusakan fasilitas tol memang dibebankan kepada mereka yang melakukan perusakan.

“Aturan di jalan tol memang begitu. Pengguna jalan, meski mengalami kecelakaan, maka dia yang yang bertanggungjawab mengganti rugi kerusakan yang timbul,” kata Drajat.

Menurut dia, aturan itu sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol. Silakan dibaca di sana,” terang Drajat.

Korban, kata Drajat, bisa terbebas dari ganti rugi sepanjang bisa membuktikan jika kerusakan yang ditimbulkannya bukan unsur kesengajaan. “Kalau bisa dibuktikan, maka korban bisa dibebaskan dari semua tuntutan yang dibebankan,” tutup Drajat. JAK-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.