Kasus Melonjak, Satgas Covid-19 Tindak Tegas Pelanggar Prokes

Metro Bali
single-image

 

Jembrana (Metrobali.com)

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana mengalami lonjakan. Paparan kasus positif Covid-19 tertinggi terjadi Rabu (6/1) dengan 55 kasus. Lonjakan kasus yang terus terjadi disikapi Satgas Penanganan Covid-19 dengan menggelar rapat koordinasi, Kamis (7/1) di Aula Jimbarwana.

Hadir dalam rakor tersebut Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Hasrifuddin Haruna yang juga Wakil I Satgas Penanganqn Covid-19 Jembrana, Kejaksaan Negeri (Kajari) Jembrana Pipiet Suryo Priarto Prabowo, Kabag Ops Polres Jembrana Kompol I Wayan Sinaryasa dan pimpinan OPD serta kepala wilayah masing-masing kecamatan (Camat).

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana I Nengah Ledang mengatakan ada beberapa faktor menjadi penyebab terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Salah satunya perilaku sebagian masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan (prokes), bahkan cendrung melanggar seperti tidak memakai masker.

“Satgas (Covid-19) akan melakukan pengawasan penerapan prokes lebih ketat. Termasuk dalam kegiatan penindakan yustisi dan pemberian rekomendasi” ujar Ledang yang juga Pj Sekda Jembrana.

Satgas Covid-19 sampai tingkat terbawah selama berbulan-bulan sudah bekerja maksimal siang maupun malam guna mencegah penularan. Namun lonjakan kasus masih saja terjadi. Bahkan Jembrana sekarang masuk kategori zona merah dengan tingkat penularan beresiko.

“Dalam rapat tadi disimpulkan perlu diambil langkah lebih tegas. Selama ini kita lebih banyak persuasif, sekarang dengan tindakan nyata dan tegas bagi pelanggar” tandasnya.

Guna mencegah penularan Satgas Covid-19 akan lebih sering turun melakukan penegakan prokes. Termasuk mengecek ketersedian prasarana penunjang seperti tempat cuci tangan ditempat –tempat usaha dan ini sebelumnya juga sudah disosialisasikan. Selain pengetatan dalam pemberian rekomendasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Diakui Ledang, lonjakan kasus positif membuat ruang isolasi RSU Negara dengan kapasitas 42 bed dan 40 bed di empat puskesmas yang disediakan menjadi penuh. Sebagai antisipasi juga sedang dipersiapkan hotel Jimbarwana sebagai tempat isolasi dan perawatan.

Baca Juga :
Golkar Agung Nilai Pimpinan DPR Berpihak

“Untuk hotel yang lain masih diupayakan kalau memang daya tampung dinilai masih kurang. Yang pasti seluruh jajaran Satgas masih tetap bersemangat. Tidak ada yang kendor” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 1617/ Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna mengatakan menyikapi PSBB di Jawa dan Bali, perlu diambil langkah preventif. Karena Jembrana merupakan jalur utama sehingga perlu diantisipasi dampak pengetatan itu akan berimplikasi di wilayah Jembrana.

“Langkah yang perlu diambil adalah kolaborasi secara maskimal dengan kembali melibatkan Satgas gotong royong dalam mengendalikan Covid kedepannya” ucapnya.

Disisi lain, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan Jembrana pernah masuk zona kuning. Namun mulai tanggal 1 Januari 2021 menjadi zona merah.

Lonjakan kasus menurutnya mulai terjadi pada awal tahun 2021. Bahkan ada 42 pasien yang belum mendapatkan ruang isolasi karena ruang isolasi di RSU Negara dan empat puskesmas yang disediakan penuh.

Disebutnya secara kumulatif pasien positif di Jembrana mencapai 968 orang. Sedangkan yang sembuh sebanyak 823 orang (85 persen) dan kasus kumulasi meninggal dunia sebanyak 29 orang atau 2,9 persen.

Secara umum lanjutnya, lonjakan terjadi karena disiplin masyarakat dalam menerapkan prokes masih rendah. Contoh nyata banyak yang tidak menggunakan masker secara baik dan benar. “Belakangan lonjakan kasus dari klaster pelaku perjalanan, keluarga dan kegiatan keagamaan. (Komang Tole)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.