Kasus Guru Lempar Asbak Ditangani Polres Jembrana

Metro Bali
single-image

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra

Jembrana (Metrobali.com)-

Kasus dugaan tindak kekerasan oleh Ketut Sudiasa (45), guru olah raga SDN 2 Banyubiru, Kecamatan Negara terhadap siswa kelas IV, Haikal Setya Hendryansah (10) diambil alih Polres Jembrana. Sebelumnya, kasus tersebut ditangani oleh Polsek Kota Negara atas laporan Sidik Ardyansyah (34) orang tua korban, Haikal.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi Rabu (20/8) membenarkan kasus dugaan kekerasan terhadap siswa kelas IV tersebut telah dilimpahkan ke Polres Jembrana. “Selasa kemarin dilimpahkan, tadi kita sudah gelar kasus” terangnya.

Pihaknya juga akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi dan tersangka, termasuk olah TKP, meskipun sebelumnya mereka pernah dimintai keterangan di Polsek Kota Negara. “Karena korbannya masih dibawah umur, nanti kita libatkan PPA” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, korban Haikal Setya Hendryansyah (10) siswa kelas IV SD 2 Banyubiru mengalami tindak kekerasan oleh guru olahraganya, Ketut Sudiasa, Rabu (13/8) lalu sekitar pukul 11.30 wita.

Korban dilempar asbak dari bambu. Asbak tersebut tidak langsung mengenai korban, namun mengenai meja dan memantul mengenai mata kanan korban hingga bengkak.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya, Sidik Ardyansah (34), yang kemudian dilaporkan ke Polsek Kota Negara, Kamis (14/8).

Sementara pelaku, dijerat dengan UU perlindungan anak nomor 23 tahun 2002 pasal 80 ayat 1dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun 6 bulan, atau denda paling banyak Rp.72 juta. MT-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Keanon Santoso dan Sergio M. Noor Berjaya di Putaran Pembuka Eshark Rok Cup 2017

Leave a Comment

Your email address will not be published.