Karya Mamungkah di Pura Khayangan Jagat Luhur Batu Bolong

Metro Bali
single-image

Mangupura (Metrobali.com)-

Seiring dengan telah rampungnya pembangunan seluruh pelinggih di Pura Khayangan Jagat Luhur Batu Bolong Lan Yeh Anakan Desa Adat Seseh, Desa Cemagi, Kec. Mengwi Kab. Badung,”Rabu (28/9) kemarin krama Adat Seseh yang berjumlah 95 KK  menggelar upacara  Karya Memungkah Ngenteg Linggih Mapedudusan Agung Medasar Caru Balik Sumpah. Upacara dipuput  oleh Ida Pedanda Pemaron Mandara Griya Kusuma Yangbatu, dihadiri Bupati Badung A.A. Gde Agung SH didampingi Ketua TP. PKK Kab. Badung Nyonya Ratna Gde Agung, Ketua PHDI Kab. Badung I Nyoman Sukada, Kabag Humas dan Protokol Kab. Badung I Wayan Weda Dharmaja, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kab. Badung I Made Rajin, Camat Mengwi Ida Bagus Oka Dirga, tokoh masyarakat serta seluruh krama Desa Adat Seseh.

Bupati Badung  A.A. Gde Agung SH yang juga Penglingsir Puri Ageng Mengwi yang hadir dalam upacara tersebut diberi kehormatan oleh krama melakukan mendem pedagingan di pelinggih Meru Tumpang Tiga dan melakukan  persembahyangan bersama dengan seluruh krama untuk memohon keselamatan agar upacara yadnya yang dilakukan dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Upacara juga di tandai dengan penadatangannan prasasti oleh Bupati.

Bupati merasa bangga, karena krama Desa Adat Seseh telah mampu melaksanakan yadya dengan tulus iklas. Diharapkan krama tetap menjaga rasa menyama braya, serta saling asah asih asuh salunglung sabayantaka agar selalu tercipta hubungan yang harmonis dimasyarakat. Selain itu dalam menjalankan kehidupan keseharian krama, harus tetap berlandasakan konsep agama Hindu yakni Tri Hita Karana,”harap Gde Agung.

Ketua Panitia I Nyoman Windia yang juga Kelian Desa Adat Seseh melaporkan, pembangunan/pemugaran seluruh pelinggih, peluasan areal pelinggih dari awal luasnya  ±15 M2 sekarang menjadi ±17 M2, tembok penyengker dan candi bentar di Pura Khayangan Jagat Luhur Batu Bolong Lan Yeh Anakan sudah dimulai sejak tahun 2008 sampai dengan 2010 dengan menghabiskan biaya kurang lebih Rp. 1.8 milyar. Pelaksanaan upacara  sudah dimulai dari Buda Umanis Kulantir (18/5)  lalu dengan mapekeling ke pura-pura, puncak karya Buda Umanis Prangbakat (5/10) dan Nyineb Redite Paing Ugu (16/5) mendatang. Biaya upacara kurang lebih sebesar Rp. 700 juta. Semua biaya  baik pisik dan upacara besumber  dari iuran krama Rp. 1,5 juta/KK dengan jumlah kerama adat sebanyak 95 KK. punia dan bantuan Pemerintah Daerah Kab. Badung. Semua pekerjaan pembangunan/pemugaran seluruh pelinggih dan pelaksanaan upacara dengan sistem ngayah/gotong royong dimana jumlah kerama dibagi menjadi tiga kelompok.

Baca Juga :
Bupati Suwirta : Kunci Sukses Seseorang, Suka Mendengarkan

 

 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.