Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Karangasem Juarai Lomba Rangkai “Gebogan”

Metro Bali
single-image

gebogan

Denpasar (Metrobali.com)-

Tim Penggerak PKK Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, berhasil keluar sebagai juara pertama lomba merangkai aneka jenis buah lokal, kue, dan janur sebagai sarana ritual umat Hindu di Bali atau “gebogan” pada Festival Agribisnis 2014.

“Kegiatan tersebut diikuti seluruh TP PKK kecamatan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardana, di Denpasar, Minggu (21/9).

Juara kedua diraih Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, dan juara ketiga Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.

Sebanyak 40 dari 200 kelompok tani binaan Pemprov Bali yang menghasilkan produk berkualitas ikut ambil bagian dalam festival tahunan di Lapangan Monumen Badjra Sandhi Renon, Denpasar, pada 19-22 September 2014.

Festival Agribisnis 2014 itu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Selain lomba membuat Gebogan juga lomba merangakai Bunga yang melibatkan sekolah menengah kejuruan (SMK) di delapan kabupaten dan satu kota di Bali.

Selain itu juga lomba memahat buah melibatkan siswa SMK dan lomba makan buah produksi lokal untuk umum, perta pameran dan bursa aneka produk pertanian lokal dalam bentuk segar maupun olahan.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekda Provinsi Bali, Drs. I Ketut Wija mengharapkan, Festival Agribisnis mampu mendorong kecintaan dan fanatisme masyarakat terhadap produk pertanian lokal.

Masyarakat dengan kecintaan itu tumbuh rasa fanatisme untuk mengkonsumsi produk lokal hasil petani setempat. Dengan demikinan hasil pertanian Bali diharapkan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan ritual, adat, pasar dan sektor pariwisata di Pulau Dewata.

Sektor pertanian di Bali selama ini masih memberikan kontribusi terhadap ekonomi dan mempunyai andil terhadap pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) Bali yakni menempati posisi ketiga setelah pariwisata serta industri kecil dan menengah.

Selain itu mempunyai fungsi ganda sebagai penyedia bahan baku industri, penyerap tenaga kerja, fungsi konservasi sumber daya alam, kelestarian lingkungan serta pelestarian adat serta budaya.

Ia mengharapkan sektor pertanian di Bali tetap eksis di tengah perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi yang cukup pesat. AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Pemkot Kembali Monitoring Ormas, Jaga Kondusifitas, Sosialisasikan Undang-Undang Ormas

Leave a Comment

Your email address will not be published.