Kapolsek Kubutambahan Wisnaya Tegaskan Panitia Perhatikan Prokes DI Pemungutan Suara Pilkel

single-image

 

Buleleng (Metrobali.com)-

Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak di Kabupaten Buleleng yang akan dihelat pada Minggu, 31 Oktober 2021 mendatang, saat ini memasuki tahapan Deklarasi Damai. Hal ini dilakukan, agar masing-masing Calon Pilkel mempunyai Rasa Tanggung Jawab dalam menjaga dan memelihara Kamtibmas didesanya masing-masing.

Menyamakan persepsi dan penandatanganan Deklarasi Damai Pilkel Serentak Tahun 2021 antar calon untuk menciptakan Pilkel di Kecamatan Kubutambahan yang aman dan damai, dilaksanakan pada Kamis, (14/10/2021) sekitar Pukul 10.00 Wita di Kantor Camat Kubutambahan, dengan mengundang para calon peserta Pilkel, panitia Pilkel, tokoh desa setempat, perbekel dengan disaksikan beberapa anggota forkom kepala desa di Kecamatan Kubutambahan.

Kapolsek Kubutambahan AKP. Ketut Wisnaya seijin Kapolres Buleleng berharap di wilayah hukum Kubutambahan, pelaksanaan Pilkel berjalan dengan aman dan damai. Jadi permasalahannya manakala tidak menghargai dan tidak mengikuti aturan yang telah ditentukan, hal itu akan mengundang permasalahan.

“Hal itu sudah kita sampaikan pada saat deklarasi damai yang menekankan kepada para calon untuk betul-betul memanfaatkan waktu yang ada. Dan mengenai dukungan apapun itu, hal itu sah-sah saja sepanjang jangan sampai menimbulkan permasalahan. Kalau pelaksanaannya berjalan dengan aman dan damai, merupakan sinergitas kita di tingkat kecamatan maupun ditingkat desa.” ujarnya

Terkait dengan keamanan Pilkel, menurut Kapolsek Wisnaya pihaknya di Polsek Kubutambahan mengerahkan personil 50 orang untuk ditugaskan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di 4 desa. Diantaranya di Desa Bontihing, Desa Mengening, Desa Depeha dan di Desa Bila. Untuk di Desa Mengening terdapat 3 TPS, Desa Depeha ada 12 TPS, Desa Bontihing ada 9 TPS, dan Desa Bila ada 5 TPS.

“Dari sekian TPS, tentunya kita akan kaji mengenai lokasi-lokasinya. Kita koordinasikan dulu dengan panitia Pilkel didesa. Kira-kira TPS mana yang terkatagorikan rawan satu maupun rawan dua.” ucapnya tegas.

Baca Juga :
Irman Gusman dan istrinya diperiksa

“Mengenai keterlibatan personil dalam melakukan pengamanan, kalau kita kurang personil di Polsek, tentunya dari Kepolisian Sektor Kubutambahan akan berusaha berkoordinasi dengan Kapolres buleleng ataupun dengan Kabag Ops. Jadi sekiranya dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan, kalaupun perlu nanti kita akan minta tambahan personil dalam rangka pengamanan dimasing-masing TPS.” jelas Kapolsek Wisnaya

Terkait dengan pengerahan warga ditiap-tiap TPS, Kapolsek Wisnaya menegaskan tentunya dari panitia pemilihan dimasing-masing desa harus memperhatikan situasi kedatangan warga yang akan melakukan pemungutan suara pada saat pencoblosan.

“Jadi panitia Pilkel maupun yang terkait tentunya harus bisa mengatur kedatangan warganya ke TPS. Dan memberikan tempat yang khusus, bila ada kerumunan agar segera mengurai. Kita dari pihak Kepolisian, TNI dan Satpol PP akan turut juga membantu situasi atau disaat apabila terjadi kerumunan disaat pencoblosann tersebut.” terangnya

Iapun menegaskan dan menekankan sekali kepada panitia pemungutan suara atau pemilihan perbekel, karena situasi masih pandemi covid-19. Syukurnya di Kubutambahan ini zero, zona hijau.

“Tapi kita jangan abai dengan hal itu, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Yang jelas dari masing-masing TPS itu, agar memperhatikan tentang prokes yaitu menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitiser atau termogun. Dan yang paling penting sekali kita tekankan adalah masyarakat agar menggunakan masker. Jangan sampai nantinya setelah pilkel ini muncul klaster baru. Hal ini yang kita khawatirkan. Mudah-mudahan setelah Pilkel ini, tindak ada paparan atau klaster baru yaitu klaster pilkel.” pungkas Kapolsek Wisnaya.

Jumlah Pemilih di 4 desa melaksanakan Pilkel, diantaranya :

1. Desa Mengening, DPT 1.485 orang dengan jumlah TPS 3 unit.

2. Desa Depeha, DPT 4.347 orang dengan jumlah TPS 12 unit

Baca Juga :
PHDI Desak Penegak Hukum Akomodasi Sanksi "Prayascita"

3. Desa Bontihing, DPT 4.398 orang dengan jumlah TPS 9 unit

4. Desa Bila, DPT 2.205 orang dengan jumlah TPS 5 unit

Nama calon perbekel dan nomor urut.

Desa Bontihing :
a. I Ketut Lencana ( 1 )
b. I Gede Pawate ( 2 )
c. Made Sudarsa ( 3 )
d. Wayan Sunarka ( 4 )

Desa Depeha :
a. Gede Srinyarnya ( 1 )
b. I Gede Rediana ( 2 )

Desa Mengening :
a. Nengah Antara Putra,SH ( 1 )
b. Kt Angga Wirayuda,SH ( 2 ) Incumbent

Desa Bila :
a. Made Widiarta ( 1 )
b. I Ketut Citarja Yudiarta ( 2 ) Incumbent

 

Pewarta : Gus Sadarsana

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

xnxxhd xxx18 hdxxxx xnxx hd