Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kanwil DJPB Bali Apresiasi Serapan Dana APBN Capai 96,5 Persen

Metro Bali
single-image

Coffee Morning dan Media Meeting Tahun 2020 di Kantor Kanwil DJPB Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Rabu (15/1/2020).

 

Denpasar (Metrobali.com) –

 

Pelaksanaan APBN tahun anggaran 2019 di Provinsi Bali berjalan cukup baik mencapai Rp 22,3 Triliun atau sekitar 96,5 persen dari anggaran yang dialokasikan.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Bali Tri Budhianto mengungkapkan, Bali tergolong cukup baik dari sisi kinerja pelaksanaan APBN.

Dari alokasi anggaran bersumber APBN tahun 2019 sebesar Rp 23,1 Triliun, berhasil direalisasikan mencapai Rp 22,3 Triliun.

Capaian itu cukup dinilai membanggakan, mengingat tidak mungkin pelaksanaan anggaran di daerah bisa mencapai 100 persen.

Dana-dana sebesar itu, dikelola instansi vertikal maupun yang ditransfer langsung ke daerah untuk mendanai berbagai kegiatan pembangunan fisik dan non fisik sepanjang tahun 2019.

“Anggaran yang dikelola satker-satker di instansi vertikal sudah berjalan cukup baik sesuai dengan peruntukan dan ketentuan berlaku,” ujar Tri saat Coffee Morning dan Media Meeting Tahun 2020 di Kantor Kanwil DJPB Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Rabu (15/1/2020).

Hanya saja, diakuinya ada beberapa anggaran yang serapannya masih rendah baik di Satker maupun daerah. Bahkan, ada beberapa anggaran terblokir karena tidak terpenuhinya persyaratan dalam penyusunan program dan kegiatan.

Untuk itu, pihaknya terus turun melakukan pembinaan ke Satker maupun melaui kantor-kantor pelayanan perbendaharaan di Bali, guna mendorong tercapainya serapan pelaksanaan APBN. Selain itu, berbagai kegiatan seperti FGD melibatkan seluruh OPD.

Khusus serapan dana desa, secara umum di Bali berjalan sangat baik dimana realisasinya mencapai 100 persen.

Diakuinya, masih beberapa Satker maupun daerah, khususnya belanja modal yang dilakukan menjelang tahun anggaran berakhir sehingga tidak bisa memenuhi serapan yang diharapkan.

Baca Juga :
Gubernur Kunjungi Panti Asuhan dan Panti Jompo di Buleleng : Anak-anak dan Lansia Bali Tidak Boleh Ada yang Terlantar

“Kalau belanja baru di akhir tahun, dari sisi manfaat untuk pembangunan tidak tercapai, karena target APBN adalah bagaimana manfaat dirasakan masyarakat saat tahun berjalan,” tandasnya lagi.

Dalam kesempatan sama, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Denpasar Sri Martini untuk realisasi APBN tahun lalu secara umum di instansi vertikal, sudah berjalan cukup baik.

Pewarta : Hidayat
Editor : Whraspati Radha

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.