Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Johan Eka Pahasa Ajak Generasi Muda Bali Akses Digital Talent Scholarship 2019

Metro Bali
single-image

Foto: Pemerhati pendidikan dan ekonomi digital Johan Eka Pahasa, S.E., mengajak generasi muda Bali mengakses Digital Talent Scholarship 2019.

Denpasar (Metrobali.com)-

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka pendaftaran bagi calon penerima 25.000 beasiswa program pendidikan tanpa gelar Digital Talent Scholarship 2019.

Beasiswa itu ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi informasi dan komunikasi agar siap bersaing di era revolusi industri 4.0.

Terkait hal ini, pemerhati pendidikan dan ekonomi digital Johan Eka Pahasa, S.E., mengajak generasi muda Bali untuk memanfaatkan dan mengakses berbagai progam beasiswa Digital Talent Scholarship 2019 ini.

“Generasi muda harus melek skill digital sehingga menjadi digital talent. Ini sangat penting agar tidak kalah bersaing di era revolusi industri 4.0,” kata Johan Eka Pahasa di Denpasar, Minggu (12/5/2019).

Seperti dikutip dalam halaman situs resmi https://digitalent.kominfo.go.id masa pendaftaran program Digital Talent Scholarship 2019 ini dimulai tanggal 20 April 2019 hingga 19 Mei 2019.

Pada tahun ini, Program Digital Talent Scholarship 2019 akan memberikan kesempatan kepada 25.000 peserta untuk mengikuti pelatihan yang dikemas dalam empat akademi. Setiap akademi memiliki kriteria tertentu bagi pesertanya.

Pertama program Fresh Graduate Academy (FG ditujukan bagi lulusan D3, D4 dan S1 bidang TIK (atau yang terkait), Program ini terbuka bagi penyandang disabilitas.

Lalu kedua, Vocational School Graduate Academy (VSGA), program pelatihan intensif bagi lulusan SMK.

Ketiga, Coding Teacher Academy (CTA), yang ditujukan bagi para guru SMK, SMA, Madrasah Aliyah serta SMALB bidang TIK (Terbuka bagi Guru PNS dan Non PNS).

Terakhir, Online Academy (OA), program pelatihan online bagi masyarakat umum, termasuk ASN, mahasiswa, dan pelaku industri.

Peserta program akan dilatih secara intensif untuk menguasai hardskill dan softskill sesuai dengan peminatan di bidang teknis Artifical Intelligence, Big Data, Cloud Computing, Cyber Security, Internet of Things, dan Machine Learning serta beberapa tema pelatihan lainnya.

Baca Juga :
Ormas Harusnya Ikut Jaga Ketertiban, Bukan Anarkis

Peluang Kerja Tinggi di Sektor Ekonomi Digital

“Semua progam pelatihan ini sangat sesuai dengan kebutuhan perusahaan teknologi maupun non teknologi saat ini umumnya dalam ekosistem ekonomi digital. Peluang kerja di berbagai sektor skill tersebut sangat tinggi dengan gaji yang menjanjikan juga,” ujar Johan Eka Pahasa.

Pria yang sempat menjadi caleg DPRD Bali dari Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini kembali mengingatkan Bali juga jangan sampai lengah untuk mencetak talenta digital. Terlebih potensi ekonomi digital di Bali sangat.

Misalnya juga saat ini banyak bermunculan usaha rintisan (startup) berbasis teknologi di Bali. Lalu marak juga keberadaan coworking space dan creative hub yang semakin menggeliat ekosistem ekonomi digital dan ekonomi kreatif di Pulau Dewata.

“Dimana banyak para pelakunya berasal dari kalangan generasi muda. Ini yang perlu terus kita dukung salah satunya dengan mencetak semakin banyak talenta digital,” imbuh Johan Eka Pahasa yang juga pengusaha properti dan otomotif itu

Pihaknya pun mengapresiasi inisiatif Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui progam Digital Talent Scholarship 2019 yang telah memasuki tahun kedua ini.

Libatkan 31 Perguruan Tinggi se-Indonesia

Sebelumnya, di tahun 2018, Kementerian Kominfo telah meluncurkan program yang sama untuk menyiapkan 1.000 talenta yang menguasai keahlian digital guna mendukung visi Indonesia untuk menjadi negara ekonomi digital terbesar pada tahun 2030.

Selain itu,  Program Digital Talent Scholarship ditujukan untuk menyediakan talenta yang dibutuhkan dalam Revolusi Industri 4.0.

Beasiswa ini dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo berkerja sama dengan 31 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia,  23 Politeknik  dan 4 perusahaan teknologi global antara lain AWS, Cisco, Google dan Microsoft.

Baca Juga :
Pemeriksaan Kanker Payudara Sasar Desa-Desa di Tabanan

Kementerian Kominfo juga menyiapkan kegiatan pascap elatihan bagi peserta program. Targetnya untuk mempertemukan keahlian yang dimiliki oleh talenta digital dengan peluang kerja dan usaha di berbagai perusahaan teknologi.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran program Digital Talent Scholarship 2019 bisa diakses pada laman resmi program ini yakni https://digitalent.kominfo.go.id. Informasi lainnya dapat dilihat melalui Instagram @digitalent.kominfo. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.