Jepang Serap 37,17 Persen Ekspor Iklan Bali

Metro Bali
single-image

Panusunan Siregar-Kepala BPS Kalteng-DeTAK (1)

Denpasar (Metrobali.com)-

Pasaran Jepang menyerap 37,17 persen ekspor ikan dan udang asal Bali yang mencapai 7,87 juta dolar AS selama Maret 2014.

“Atau, menurun 16,23 persen dari nilai ekspor komoditas itu pada bulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 9,39 juta dolar AS,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Selasa (13/5).

Ia menjelaskan bahwa komoditas perikanan yang menembus pasaran negeri Sakura itu berupa ikan tuna beku, ikan tuna segar, udang, dan ikan hias hidup.

Aneka jenis hasil perikanan dan kelautan itu, kata Panusunan Siregar, sisanya diserap pasaran Amerika Serikat sebesar 16,28 persen, menyusul Singapura 1,68 persen, Prancis 0,92 persen, dan Australia sebesar 4,77 persen.

Selain itu, kata dia, juga diserap oleh Italia 0,97 persen, Inggris 0,79 persen, Spanyol 1,04 persen, Hong Kong 5,26 persen, Jerman 0,73 persen, dan sisanya 30,40 persen diserap oleh berbagai negara lainnya.

Panusunan Siregar menambahkan bahwa sektor perikanan dan kelautan dari Bali selama tahun 2013 menghasilkan devisa sebesar 114,80 juta dolar AS. Jepang di antaranya menyerap 41,04 persen.

Sektor perikanan dan kelautan itu mampu memberikan kontribusi sebesar 23,62 persen dari total nilai ekspor Bali keseluruhan yang mencapai 486,06 juta dolar AS.

Sebanyak delapan jenis komoditas hasil perikanan dan kelautan berhasil menembus pasaran luar negeri, antara lain ikan tuna dalam bentuk segar dan beku menyumbangkan devisa paling besar.

Hasil tangkapan nelayan dan kapal-kapal besar yang dioperasikan sejumlah perusahaan yang bermangkal di Pelabuhan Benoa itu menyumbangkan devisa sebesar 16,80 juta dolar AS dari pengapalan 16,337,5 ton.

Nilai ekspor tersebut berkurang 7,75 persen dari nilai ekspor pada tahun sebelumnya yang mencapai 83,25 juta dolar AS yang merupakan hasil pengapalan ikan tuna sebanyak 14.254,33 ton.

Menyusul ikan kerapu memberikan andil sebesar 10,84 juta dolar AS, ikan hias hidup 3,407 juta dolar, ikan kakap 6,64 juta dolar, kepiting 101.631 dolar, dan ikan lainnya 16,56 juta dolar AS, ujar Panusunan Siregar. AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Legislator Tanyakan PNM Untuk Lima PTPN

Leave a Comment

Your email address will not be published.