Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jelang Galungan Harga Bumbu Dapur Naik

Metro Bali
single-image

bumbu dapur

Denpasar (Metrobali.com)-

Harga bumbu-bumbuan keperluan dapur mulai mengalami kenaikan menjelang hari raya Galungan, seiring tingginya permintaan dari umat Hindu dalam memperingati hari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan) yang jatuh pada Rabu, 17 Desember mendatang.

“Kenaikan harga bumbu-bumbu dapur telah terjadi sejak tiga hari yang lalu hingga saat ini,” kata pedagang bumbu dapur di Pasar Badung, jantung Kota Denpasar, Ni Ketut Abhaya, Rabu (10/12).

Ia mengatakan, harga bawang merah pada hari biasa dijual dengan harga Rp12.000-Rp13.000 per kilogram, naik menjadi Rp14.000-Rp15.000 per kilogram, bawang putih dari Rp12.000 menjadi Rp14.000 per kilogram.

Demikian pula dengan mrica dari Rp200.000 naik menjadi Rp225.000 per kilogram, trasi dari Rp2.500 menjadi Rp3.500 per kotak, lengkuas dari Rp8.000 menjadi Rp9.500 per kilogram.

Ni Ketut Abhaya menjelaskan, kenaikan harga untuk bumbu-bumbu dapur diperkirakan terus merangkak naik, karena permintaan bumbu-bumbu menjelang hari raya Galungan umat Hindu semakin banyak.

Seorang pedagang lainnya mengakui, kenaikan harga bumbu-bumbu dapur paling tinggi saat ini, karena mendekati hari raya Galungan, Natal, Kuningan yang jatuh di bulan Desember, kata seorang pedagang bumbu dapur, I Nyoman Abhiram.

Ia mengatakan, seperti halnya bawang bombai pada hari biasa dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram namun jelang Galungan naik menjadi Rp16.000 hingga 17.500 per kilogram, kunyit atau kunir dari Rp7.000 menjadi Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram.

“Untuk saat ini pasokan bumbu-bumbu dapur tidak ada kendala apapun, pasokan berasal dari Pulau Bali seperti dari Gianyar, Bedugul, Karangasem, dan di beberapa senta bumbu-bumbu dapur yang ada di Pulau Jawa.

Hal senada juga diungkapkan salah satu pembeli bumbu-bumbu dapur di Pasar Badung, menurutnya kenaikan harga bumbu-bumbu dapur terbilang hal biasa, karena kenaikan ini dirasakan tiap menjelang hari raya Galungan, Natal, Kuningan, dan hari raya lainnya. Kata Ni Kadek Bhavana.

Baca Juga :
BNI-Garuda Gelar GAFT 2014 Periode II

Ia mengatakan, penurunan harga itu biasanya akan terjadi setelah usai hari raya, karena permintaan akan berkurang. AN-MB 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.